- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Tanam Perdana Padi Berteknologi IPAD-BO Pj Bupati Kampar Teken MoU

KAMPAR, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Kampar melakukan tanam perdana padi dengan teknologi Intensifikasi Padi Aerod Terkendali-Berbasis Organik (IPAD-BO) di areal Kelompok Tani Al Hidayah dan Bonca Pulai, Kelurahan Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kamis (1/9).
Selain tanam perdana, pada kesempatan tersebut Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM juga melakukan Memorandum of Understending (MoU) dengan Dandim 0313/KPR Letkol Arh Mulyadi, dan Kontak Tani Nelayan Andalan Provinsi Riau terkait pengembangan pangan tersebut.
Dalam arahannya, Dr Kamsol menyampaikan bahwa metode tani IPAD-BO ini dilakukan guna meningkatkan produk dan kualitas pertanian. Dimana saat ini hasil pertanian masyarakat hanya panen sekita 4 ton/hektare, akan tetapi nantinya melalui IPAT-BO bisa mencapai 8 ton/hektare.
“Untuk diketahui, program IPAD-BO ini sebelumnya telah sukses dilaksankan di Sulawesi Selatan dan mereka akhirnya surplus. Dengan demikian, Indonesia saat ini tidak impor beras lagi. Malahan saat ini negara Cina meminta ekspor 2,5 juta ton ke Indonesia. Dan Indonesia hanya mampu ekspor 100 ribu ton,“ ucapnya.
Selanjutnya, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, apabila kita ingin maju kuasai terlebih dahulu sektor pangan, baru kemudian sektor energi. Untuk itu, ini langkah awal dalam menjalankan kebijakan pemerintah.
“Dalam program ini, pemda Kampar untuk tahap awal akan menanam di lahan seluas lebih kurang 85 hektare dengan target 500 hektare terbagi di beberapa wilayah,“ terang Kamsol.
Dengan kerja sama Universitas Panjajaran dan program IPAD-BO, PT Kampar Agro Widara Ridwan, Koperasi Batopo Andalan Sejahtera. Semoga apa yang dilaksanakan dan rencanakan ini nanti berjalan haik.
Sementara Guru Besar Unpad Prof Prof Dr Tualar Simarmata menyampaikan apresiasi atas kerja sama dalam menggunakan IPAD-BO. Secara akademis, Unpad akan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Kampar.
“Karena kami lihat saat ini komit pemda Kampar melalui Pj Bupati Dr Kamsol sangat luar biasa. Petani digital Kampar dan beras Cap Ulu Kasok Kampar nantinya akan mulai dikenal di Indonesia,“ jelas Tualar.
Hal senada juga disampaikan Ketua KTNA Riau Drs Yusti MSi menyampaikan apresiasi atas langkah yang dibuat pemda Kampar dalam dalam rencana swasembada pangan dengan program IPAD-BO. (***)
Berita Terkait :
- Pj Bupati Kampar Tinjau Lokasi Persiapan Panen Kebun Cabai Pulau Birandang0
- Mahasiswa Kabupaten Kampar Soraki Wakil Ketua DPRD0
- Jemput Bola Disdukcapil, Pengurusan Adminduk di Kecamatan Tapung0
- Keluhan Masyarakat Desa Sawah Baru Sudah Terwujud, Penggantian Trafo dan Peningkatan Daya Listrik 0
- Akses Jalan Linta Pasar Kampar Parah, Perangkat Dusun Pinatan Desa Pasar Kampar Goro Tibun jalan0
_Black11.png)









