- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
Tangkap Otak Teror Kepala Anjing ke Rumah Jaksa Kejati
Polda Riau Punya PR Belum Selesai

Salah satu tersangka pelaku teror kepala anjing di rumah jaksa Kejati Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menangkap pria inisial TS alias Bob, pelaku teror kepala anjing ke rumah jaksa di Kejati Riau. Pria 37 itu tertangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Pelalawan setelah buron hampir tiga bulan.
Pelaku teror kepala anjing ini menyusul tiga rekannya, Iwan, Didi dan Boy yang tertangkap pertengahan Maret lalu. Kasus ini sendiri masih menyisakan satu buronan lagi yaitu otak pelaku teror.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menyebut Bob juga turut melakukan teror kepada warga lainnya, M Nasir.
"Tersangka mencoba membakar rumah korban Nasir," kata Sunarto.
Nasir sendiri tak asing bagi masyarakat Melayu di Riau. Nama ini merupakan sekretaris di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang berkantor di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Sunarto menerangkan, teror di rumah jaksa dan pemuka masyarakat ini berlatar hasil musyawarah luar biasa LAM Riau untuk kepengurusan Kota Pekanbaru. Musyawarah berlangsung di sebuah hotel.
"Saat itu Muspidauan yang juga menjabat Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau terpilih sebagai ketua harian," kata Sunarto.
Hal ini membuat sebagian pengurus lama tidak senang. Seorang pimpinan kepengurusan lama inisial J menyuruh sejumlah orang meneror Nasir dan Muspidauan.
"J ini belum tertangkap, masih buronan, sudah masuk daftar pencarian orang," tegas Sunarto.
Selain hasil musyawarah, orang suruhan J ini tak ingin pergi dari sekretariat LAM Pekanbaru karena adanya pergantian pengurus. Kaki tangan J takut kalau pengurus baru bakal tidak mempekerjakan lagi di sekretariat.
"Tujuannya adalah supaya mereka bisa tetap eksis di property yang dimiliki LAM Kota Pekanbaru," ucap Sunarto.
Sebagai informasi, teror di rumah Nasir berlangsung pada 3 Maret 2021. Pelaku melemparkan bensin di teras rumah tapi tak sempat membakar. Sementara teror kepala anjing terjadi pada 5 Maret 2021 di rumah Muspidauan. (syu)
Berita Terkait :
- Ratusan Warga Bandel Terjaring Sedang Berkerumun0
- Jadi Khatib Shalat Ied, Gubri Tak Kuasa Menahan Tangis, Doakan Covid Segera Pergi0
- Panggung Toktan dan LSSK Bagikan Sedekah Ramadhan0
- Dirlantas Polda Riau Arahkan Pelintas Riau-Sumbar Rapid Test Antigen0
- Dibuka Wako, Media Expo 2021 SPS Riau Hingga 2 Mei 0
_Black11.png)









