- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
Tangkap Otak Teror Kepala Anjing ke Rumah Jaksa Kejati
Polda Riau Punya PR Belum Selesai

Salah satu tersangka pelaku teror kepala anjing di rumah jaksa Kejati Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menangkap pria inisial TS alias Bob, pelaku teror kepala anjing ke rumah jaksa di Kejati Riau. Pria 37 itu tertangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Pelalawan setelah buron hampir tiga bulan.
Pelaku teror kepala anjing ini menyusul tiga rekannya, Iwan, Didi dan Boy yang tertangkap pertengahan Maret lalu. Kasus ini sendiri masih menyisakan satu buronan lagi yaitu otak pelaku teror.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menyebut Bob juga turut melakukan teror kepada warga lainnya, M Nasir.
"Tersangka mencoba membakar rumah korban Nasir," kata Sunarto.
Nasir sendiri tak asing bagi masyarakat Melayu di Riau. Nama ini merupakan sekretaris di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang berkantor di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Sunarto menerangkan, teror di rumah jaksa dan pemuka masyarakat ini berlatar hasil musyawarah luar biasa LAM Riau untuk kepengurusan Kota Pekanbaru. Musyawarah berlangsung di sebuah hotel.
"Saat itu Muspidauan yang juga menjabat Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau terpilih sebagai ketua harian," kata Sunarto.
Hal ini membuat sebagian pengurus lama tidak senang. Seorang pimpinan kepengurusan lama inisial J menyuruh sejumlah orang meneror Nasir dan Muspidauan.
"J ini belum tertangkap, masih buronan, sudah masuk daftar pencarian orang," tegas Sunarto.
Selain hasil musyawarah, orang suruhan J ini tak ingin pergi dari sekretariat LAM Pekanbaru karena adanya pergantian pengurus. Kaki tangan J takut kalau pengurus baru bakal tidak mempekerjakan lagi di sekretariat.
"Tujuannya adalah supaya mereka bisa tetap eksis di property yang dimiliki LAM Kota Pekanbaru," ucap Sunarto.
Sebagai informasi, teror di rumah Nasir berlangsung pada 3 Maret 2021. Pelaku melemparkan bensin di teras rumah tapi tak sempat membakar. Sementara teror kepala anjing terjadi pada 5 Maret 2021 di rumah Muspidauan. (syu)
Berita Terkait :
- Ratusan Warga Bandel Terjaring Sedang Berkerumun0
- Jadi Khatib Shalat Ied, Gubri Tak Kuasa Menahan Tangis, Doakan Covid Segera Pergi0
- Panggung Toktan dan LSSK Bagikan Sedekah Ramadhan0
- Dirlantas Polda Riau Arahkan Pelintas Riau-Sumbar Rapid Test Antigen0
- Dibuka Wako, Media Expo 2021 SPS Riau Hingga 2 Mei 0
_Black11.png)









