- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
Tangkap Otak Teror Kepala Anjing ke Rumah Jaksa Kejati
Polda Riau Punya PR Belum Selesai

Salah satu tersangka pelaku teror kepala anjing di rumah jaksa Kejati Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menangkap pria inisial TS alias Bob, pelaku teror kepala anjing ke rumah jaksa di Kejati Riau. Pria 37 itu tertangkap di rumah keluarganya di Kabupaten Pelalawan setelah buron hampir tiga bulan.
Pelaku teror kepala anjing ini menyusul tiga rekannya, Iwan, Didi dan Boy yang tertangkap pertengahan Maret lalu. Kasus ini sendiri masih menyisakan satu buronan lagi yaitu otak pelaku teror.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menyebut Bob juga turut melakukan teror kepada warga lainnya, M Nasir.
"Tersangka mencoba membakar rumah korban Nasir," kata Sunarto.
Nasir sendiri tak asing bagi masyarakat Melayu di Riau. Nama ini merupakan sekretaris di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang berkantor di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Sunarto menerangkan, teror di rumah jaksa dan pemuka masyarakat ini berlatar hasil musyawarah luar biasa LAM Riau untuk kepengurusan Kota Pekanbaru. Musyawarah berlangsung di sebuah hotel.
"Saat itu Muspidauan yang juga menjabat Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau terpilih sebagai ketua harian," kata Sunarto.
Hal ini membuat sebagian pengurus lama tidak senang. Seorang pimpinan kepengurusan lama inisial J menyuruh sejumlah orang meneror Nasir dan Muspidauan.
"J ini belum tertangkap, masih buronan, sudah masuk daftar pencarian orang," tegas Sunarto.
Selain hasil musyawarah, orang suruhan J ini tak ingin pergi dari sekretariat LAM Pekanbaru karena adanya pergantian pengurus. Kaki tangan J takut kalau pengurus baru bakal tidak mempekerjakan lagi di sekretariat.
"Tujuannya adalah supaya mereka bisa tetap eksis di property yang dimiliki LAM Kota Pekanbaru," ucap Sunarto.
Sebagai informasi, teror di rumah Nasir berlangsung pada 3 Maret 2021. Pelaku melemparkan bensin di teras rumah tapi tak sempat membakar. Sementara teror kepala anjing terjadi pada 5 Maret 2021 di rumah Muspidauan. (syu)
Berita Terkait :
- Ratusan Warga Bandel Terjaring Sedang Berkerumun0
- Jadi Khatib Shalat Ied, Gubri Tak Kuasa Menahan Tangis, Doakan Covid Segera Pergi0
- Panggung Toktan dan LSSK Bagikan Sedekah Ramadhan0
- Dirlantas Polda Riau Arahkan Pelintas Riau-Sumbar Rapid Test Antigen0
- Dibuka Wako, Media Expo 2021 SPS Riau Hingga 2 Mei 0
_Black11.png)









