- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Tatang Si Bangor Murka Sebar Amplop ke Tiap RW Tapi Gagal Pimpin LPM

Jakarta, VokalOnline.Com - Tatang Jauhari alias Si Bangor mendesak para Ketua RW yang mendapat 'amplop' untuk mengembalikan uang darinya karena dia kalah dalam pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Pengakuan Tatang sudah memberikan amplop sebesar Rp 1 juta kepada ketua-ketua RW untuk memilihnya, nyatanya ia gagal.
Tatang mengungkapkan dirinya menyogok pemilih Rp 1 juta per orang. Dia lalu kemudian memperlihatkan daftar nama-nama ketua RW yang sudah diberinya uang. Beberapa di antaranya sudah mengembalikan uangnya.
"Itu yang saya contreng itu orang-orang saya, yang saya kasih uang kan dia menjanjikan. Kalau dia enggak menjanjikan ngapain saya kasih uang. Diakamuflasenya indah banget 'tenang Pak Tatang'," kata Tatang kepada wartawan di Sawangan, Depok, Kamis (30/11).
Ada 22 orang nama ketua RW yang ditandai Tatang sebagai penerima amplop tersebut. Namun, dari 22 orang tersebut dirinya hanya memperoleh 2 suara.
Tatang pun kemudian meminta para ketua RW tersebut mengembalikan uangnya. Sebagian besar sudah mengembalikan amplopnya.
"Keluar udah Rp 22 juta. Yang belum balikin empat orang," imbuhnya.
"Uang 1 juta ini dikhianati, berarti ada yang lebih dari angkanya itu. Begitu maksudnya," imbuhnya.
Tatang kemudian mengklaim sebetulnya dia tak mau memakai 'amplop' untuk pemilihan LPM. Namun, imbuhnya, pada keikutsertaannya beberapa tahun lalu dia kalah karena diduga pihak lawan 'ngamplop'.
"Dari awal saya tidak mau pakai uang. Saya tidak pakai uang awalnya, ini pencalonan yang kedua kalinya saya. 3 tahun yang lalu saya murni," kata Tatang
Tatang Jauhari mengklaim menggunakan uang agar konstituen memilihnya. Sebab, menurutnya, calon yang lain juga menggunakan uang.
"Karena semuanya pakai uang bukan saya doang. Iya saya lakukan," imbuhnya.
Sebelumnya viral sebuah video memperlihatkan seorang pria yang meminta amplopnya dikembalikan. Pria bernama Tatang Jauhari ini disebut-sebut adalah calon ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LMP) Kecamatan Sawangan.
Dinarasikan dalam video tersebut, Tatang Jauhari murka lantaran merasa telah dikhianati para pemilih yang telah diberinya amplop. Tatang disebut-sebut telah menyerahkan uang Rp 1 juta kepada sejumlah ketua RW untuk memilihnya.
Namun ternyata Tatang Jauhari kalah dan perolehan suaranya hanya 2 suara. Tatang pun murka dan meminta RW-RW mengembalikan uangnya. **Syafira
Berita Terkait :
- Pemprov Aceh Bantah Cabut Izin Acara Anies karena Politik0
- Jokowi Akan Serahkan Bantuan Rumah Korban Cianjur Pekan Depan0
- Jelang Pernikahan Kaesang, 13 CCTV Dipasang Dekat Rumah Erina0
- Pesawat Tempur China-Rusia Masuk Zona Pertahanan, Korsel Kerahkan Jet0
- Eks Presiden China Jiang Zemin, Tokoh Komunis Penggemar Film Hollywood0
_Black11.png)









