- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
- Giat Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sempena HUT RI ke-81
Tiga Alasan BI akan Keluarkan Rupiah Digital

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan tiga alasan mengapa pihaknya harus mengeluarkan uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency
Jakarta, VokalOnline.Com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tiga alasan mengapa pihaknya harus mengeluarkan uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC).Pertama, karena BI adalah satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan mata uang, termasuk rupiah digital."Karena BI adalah satu-satunya lembaga negara, sesuai Undang-Undang yang berwenang mengeluarkan digital currency yang disebut digital rupiah," papar Perry dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA (BI Bersama Masyarakat), di Jakarta, Senin (5/12).Kedua, karena BI ingin melayani masyarakat. Menurutnya, saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan pembayaran dengan mata uang fisik atau kertas.Bahkan, transaksi menggunakan kartu rekening pun dirasa belum cukup oleh sebagian masyarakat. Ia juga mengatakan saat ini kaum milenial pun membutuhkan mata uang digital untuk transaksi digital. BI pun ingin hadir untuk untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat tersebut.
Ketiga, pengembangan digital rupiah juga bisa mempererat kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional.Perry mengatakan ke depan pihaknya akan terus bekerja sama dengan bank-bank sentral negara lain untuk merumuskan nilai tukar rupiah digital dengan mata uang negara-negara lain."Jadi agar kita terus bisa melakukan kerja sama internasional. Oleh karena itu, ke depan akan ada nilai tukarnya dengan digital dolar, digital ringgit, dan semacamnya," ujar Perry. **SyafiraDalam hal ini, tahapan pertama implementasi rupiah digital dimulai dari wholesale CBDC untuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antar bank. Wholesale ini diberikan kepada bank maupun lembaga non bank.Meski demikian, Perry menyebut tidak semua bank dan lembaga non bank bisa menjadi wholesale. BI hanya akan memilih mereka yang dianggap layak."Para pemain besar baik perbankan maupun non bank akan kami pilih siapa yang layak menjadi distributor digital rupiah," ujarnya.
Berita Terkait :
- Luhut Bersuara soal Isu Penjualan Kepulauan Widi, Halmahera: Hoaks 0
- Daftar Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell, Vivo dan BP0
- 5 Daerah dengan Kenaikan UMP 2023 Tertinggi0
- Kemendag Akan Perbarui Kebijakan, Bantu Industri Tekstil0
- Daftar Tol yang Siap Beroperasi Akhir 20220
_Black11.png)









