- Dheni Kurnia Nahkodai JMSI Riau 2025-2030, Siap Wujudkan Media Siber Berintegritas
- RAPP Gelar Sunatan Massal bagi 30 Anak di Desa Air Hitam
- Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Menggelar FGD dengan KIM
- Pererat Silaturahmi, Civitas Akademika Universitas Riau dan Pemkab Bengkalis Makan Malam Bersama
- Polres Indragiri Hilir Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolri Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
- Dukung Asta Cita, Polsek Keritang Pantau dan Rawat Jagung di Dusun Pelangi
- HUT Bhayangkara ke-80: Polsek Keritang Gelar Donor Darah
- Rayakan HUT ke-80, Polsek Keritang Tebar Kepedulian Lewat Bansos Sembako
- Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat, Dodi Nefeldi Masuk Daftar Nominator JMSI Award
- Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Lintas Utara
Wapres RI : BRK Syariah Capaian Signifikan Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Wakil Presiden RI Kh Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa keberhasilan konversi Bank Riau Kepri (BRK) menjadi BRK Syariah adalah capaian signifikan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia
"Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Riau Kepri Syariah," katanya, dalam peresmian BRK Syariah di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kamis (25/8/22).
Wapres RI berharap capaian ini juga akan memacu unit usaha syariah bank daerah lainnya. Seperti yang dilakukan konversi oleh bank daerah Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan kemudian Riau.
"Ternyata Riau merupakan bank daerah yang terbesar di antara bank daerah lainnya di Indonesia," ujarnya.
Kemudian, KH Ma'ruf Amin ini juga meminta bank daerah yang lain untuk segera berbenah dan menentukan strategi korporasi yang lebih tepat, sehingga dapat mencatat kinerja yang terus membaik, semakin kompetitif dan semakin berkelanjutan.
Wapres RI menerangkan, seperti dikatakan oleh Gubernur Riau bahwasanya Riau ini daerah yang sangat religius dengan semboyan adat bersendi sarak, syarak bersendi Kitabullah. Sehingga konversi ini sangat tepat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, memang menurut para ulama harta itu ada dua macam ada yang bernilai dan tidak bernilai. Untuk itu, menurut syariah itu yang bernilai itu adalah yang kalau pengelolaan hartanya dilakukan dengan sesuai syariah.
Namun sebaliknya, pengelolaan harta yang tidak dilakukan dengan syariah, maka sama saja tidak ada nilainya.
Oleh karena itu, jelasnya, supaya menjadi berkah hartanya dan itu bernilai di sisi Allah, maka harus dilakukan secara syariah.
"Itulah pentingnya kenapa ekonomi dan keuangan syariah perlu kita kembangkan supaya harta yang kita miliki itu adalah nanti memiliki nilai dan dibenarkan atau diakui keadaannya oleh syariah, dan itu penting untuk kita semua itu," tutupnya
Berita Terkait :
- Disaksikan Wapres RI, Gubri Syamsuar Dilantik Sebagai Ketua KDEKS Riau0
- Di Pangkalan Kasai, Pelaku Judi Slot Higgs Domino Dibekuk Polsek Seberida0
- Dr Supardi : Saya Tak Cari Kekayaan di Sini0
- Penuh Keakraban, Gubernur Syamsuar Hadiri Pisah Sambut Kajati Riau0
- Bentengi Generasi Muda, Gubri dan Kepala BNN RI Launching Integrasi Pendidikan Anti Narkoba0
_Black11.png)









