- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
Warga Bengkalis Keluhkan Harga Minyak Goreng 22 Ribu Perliter

Bengkalis, VokalOnline.Com - Emak-emak di Bengkalis mengeluhkan harga minyak goreng kemasan melonjak mencapai Rp44 ribu per 2 liter. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah baru yang menerapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan premium Rp14 ribu per liter dan kemasan sederhana Rp13.500 per liter.
Ika (39) salah satu warga biasa membeli minyak goreng di kedai kedai Bengkalis. Menurut Dia, kenaikan harga kemasan minyak goreng akan berdampak pada makanan lain, seperti gorengan.
"Sekarang harga lebih dari Rp22 ribu per liter, berarti bakal Rp44 ribu per 2 liter. Itu akan membuat harga minyak goreng makin naik," ungkap Ika kepada media, Sabtu (19/03/2022).
Meski merasa mahal, tapi Ika tidak tertarik untuk pindah ke minyak goreng curah yang harganya lebih murah, yakni Rp14 ribu per liter. Sebab, Ia merasa minyak goreng curah harus diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu.
"Saya tidak beralih ke minyak curah karena saya tahu minyak curah disubsidi pemerintah, biarlah yang lebih membutuhkan. Ya jika yang masih mampu jangan beli yang curah," kata Ika.
Senada, Tin (41) mengaku menaikkan harga minyak goreng kemasan tak manusiawi. Pasalnya, harga minyak menjadi hampir Rp44 ribu per 2 liter. "Dari sisi konsumen, tidak manusiawi kalau saya bilang ya karena dari yang saya lihat-lihat, jadi harga naik jadi Rp44 ribu per 2 liter," kata Tin.
Ia berencana mengurangi penggunaan bahan pokok tersebut. Misalnya, memasak dengan menggunakan menu selain memakai minyak goreng, sehingga tidak perlu menggunakan minyak goreng. (der)
Berita Terkait :
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Reses ke Kabupaten Bengkalis0
- Camat Resmi Menutup MTQ ke 52 Tingkat Kecamatan Pasir Penyu0
- Bupati Keluar Daerah, Musda II LAMR Rohil Ditunda0
- Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak0
- Tingkatkan SDM, Bupati Bengkalis Buka Pelatihan Ketenagakerjaan0
_Black11.png)









