- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Warga Bengkalis Keluhkan Harga Minyak Goreng 22 Ribu Perliter

Bengkalis, VokalOnline.Com - Emak-emak di Bengkalis mengeluhkan harga minyak goreng kemasan melonjak mencapai Rp44 ribu per 2 liter. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah baru yang menerapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan premium Rp14 ribu per liter dan kemasan sederhana Rp13.500 per liter.
Ika (39) salah satu warga biasa membeli minyak goreng di kedai kedai Bengkalis. Menurut Dia, kenaikan harga kemasan minyak goreng akan berdampak pada makanan lain, seperti gorengan.
"Sekarang harga lebih dari Rp22 ribu per liter, berarti bakal Rp44 ribu per 2 liter. Itu akan membuat harga minyak goreng makin naik," ungkap Ika kepada media, Sabtu (19/03/2022).
Meski merasa mahal, tapi Ika tidak tertarik untuk pindah ke minyak goreng curah yang harganya lebih murah, yakni Rp14 ribu per liter. Sebab, Ia merasa minyak goreng curah harus diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu.
"Saya tidak beralih ke minyak curah karena saya tahu minyak curah disubsidi pemerintah, biarlah yang lebih membutuhkan. Ya jika yang masih mampu jangan beli yang curah," kata Ika.
Senada, Tin (41) mengaku menaikkan harga minyak goreng kemasan tak manusiawi. Pasalnya, harga minyak menjadi hampir Rp44 ribu per 2 liter. "Dari sisi konsumen, tidak manusiawi kalau saya bilang ya karena dari yang saya lihat-lihat, jadi harga naik jadi Rp44 ribu per 2 liter," kata Tin.
Ia berencana mengurangi penggunaan bahan pokok tersebut. Misalnya, memasak dengan menggunakan menu selain memakai minyak goreng, sehingga tidak perlu menggunakan minyak goreng. (der)
Berita Terkait :
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Reses ke Kabupaten Bengkalis0
- Camat Resmi Menutup MTQ ke 52 Tingkat Kecamatan Pasir Penyu0
- Bupati Keluar Daerah, Musda II LAMR Rohil Ditunda0
- Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak0
- Tingkatkan SDM, Bupati Bengkalis Buka Pelatihan Ketenagakerjaan0
_Black11.png)









