- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Warga Bengkalis Keluhkan Harga Minyak Goreng 22 Ribu Perliter

Bengkalis, VokalOnline.Com - Emak-emak di Bengkalis mengeluhkan harga minyak goreng kemasan melonjak mencapai Rp44 ribu per 2 liter. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah baru yang menerapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan premium Rp14 ribu per liter dan kemasan sederhana Rp13.500 per liter.
Ika (39) salah satu warga biasa membeli minyak goreng di kedai kedai Bengkalis. Menurut Dia, kenaikan harga kemasan minyak goreng akan berdampak pada makanan lain, seperti gorengan.
"Sekarang harga lebih dari Rp22 ribu per liter, berarti bakal Rp44 ribu per 2 liter. Itu akan membuat harga minyak goreng makin naik," ungkap Ika kepada media, Sabtu (19/03/2022).
Meski merasa mahal, tapi Ika tidak tertarik untuk pindah ke minyak goreng curah yang harganya lebih murah, yakni Rp14 ribu per liter. Sebab, Ia merasa minyak goreng curah harus diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu.
"Saya tidak beralih ke minyak curah karena saya tahu minyak curah disubsidi pemerintah, biarlah yang lebih membutuhkan. Ya jika yang masih mampu jangan beli yang curah," kata Ika.
Senada, Tin (41) mengaku menaikkan harga minyak goreng kemasan tak manusiawi. Pasalnya, harga minyak menjadi hampir Rp44 ribu per 2 liter. "Dari sisi konsumen, tidak manusiawi kalau saya bilang ya karena dari yang saya lihat-lihat, jadi harga naik jadi Rp44 ribu per 2 liter," kata Tin.
Ia berencana mengurangi penggunaan bahan pokok tersebut. Misalnya, memasak dengan menggunakan menu selain memakai minyak goreng, sehingga tidak perlu menggunakan minyak goreng. (der)
Berita Terkait :
- Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Reses ke Kabupaten Bengkalis0
- Camat Resmi Menutup MTQ ke 52 Tingkat Kecamatan Pasir Penyu0
- Bupati Keluar Daerah, Musda II LAMR Rohil Ditunda0
- Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak0
- Tingkatkan SDM, Bupati Bengkalis Buka Pelatihan Ketenagakerjaan0
_Black11.png)









