- Polri Hadir di Tengah Petani, Polsek Rengat Barat Intensifkan Program Pangan Bergizi
- Dukung Swasembada Pangan, Aiptu Hendrik Dampingi Hidroponik Milik Warga
- Jelang Penyelenggaraan Piala Dunia, Hendry Munief Berikan Catatan Khusus
- Musda Demokrat Riau Digelar 15 Mei, Agung Nugroho Jadi Calon Tunggal Ketua DPD
- Kapolsek Rangsang Kembali Laksanakan Penanaman Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Indikasi ada Mafia Jual Beli Lahan Milik Negara di Batu Teritip
- Menanam Bersama Untuk Indonesia Kuat: Aipda Andromik, Jagung Ini Adalah Harapan Desa Teluk Sungka
- Kapolsek GAS Turun Langsung Tinjau Persiapan Lahan untuk Ketahanan Pangan
- Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Melaksankan Kegiatan CKG
- Pemerintah Kabupaten Bengkalis menerima audiensi BEM Universitas Riau
Langit Kuning dan Matahari Jadi Biru di Beijing China

badai pasir di beijing(suara.com)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Badai pasir yang melanda China telah mengubah warna langit negeri Tiongkok itu menjadi kuning dan Matahari berubah menjadi warna biru. Peristiwa itu terjadi di Ibu Kota Beijing pada Minggu (28/3).
Badai debu itu merupakan badai kedua yang menghantam ibu kota China yang sebelumnya terjadi pada Sabtu, dan memicu langit berubah menjadi jingga.
Badai pasir dipicu oleh hembusan angin dari Mongolia yang tengah dilanda kekeringan, dan wilayah Barat Laut China. Alhasil jarak pandang di kota itu berkurang serta puncak gedung pencakar langit tertutup badai pasir.
Para pejalan kaki terpaksa menutup mata saat hembusan angin yang disertai debu menyapu jalanan yang dilalui.
Mengutip SCMP, kondisi cuaca yang buruk tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk melancong ke beberapa tempat seperti ke museum dan Taman Yuyuantan di Beijing.
Lembaga Meteorologi China mengeluarkan peringatan akan adanya badai tersebut sejak Jumat (26/3). Lembaga itu memperingatkan bahwa akan ada badai pasir yang menyebar dari Mongolia ke provinsi China Utara, termasuk Mongolia Dalam, Shanxi, Liaoning dan Hebei, wilayah yang mengelilingi Beijing.
Saat badai pasir melanda Beijing pada Minggu pagi, tingkat polusi udara naik ke level maksimum 500. Kadar polutan PM10 dapat menembus paru-paru melewati 2.000 mikrogram per meter kubik.
Mengutip The Guardian, selain itu pad jumlah kadar PM2.5 terdapat partikel kecil yang dapat menembus aliran darah mencapai 462. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas minimum kadar polutan standar PM2.5 harian di udara hanya 25.
Badai juga menyebabkan kelumpuhan bandara di Mongolia Dalam. Setengah penerbangan telah dibatalkan dari bandara Baotou dan Chifeng karena jarak pandang yang buruk.
Kepala Prakirawan Pusat Meteorologi Observatorium China, Zhang Tao mengatakan wilayah China Utara dan Barat Laut memiliki penurunan curah hujan dan salju sejak Februari. Hal ini menyebabkan kekeringan dan cuaca berdebu, serta didorong oleh kuatnya angin.
(can/DAL)
Berita Terkait :
- NASA Temukan 2.200 Planet Baru di Luar Tata Surya0
- Cara Mudah Cadangkan Data Iphone Dan Komputer0
- Penyebab Vaksin Merah Putih Lama dan Kalah dari Thailand0
- Pemilik TikTok Bajak Bos Xiaomi, Shou Zi Chew0
- Ketahanan Amazfit T-Rex Pro0
_Black11.png)









