- 320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau
- Merawat Silaturahmi, Menguatkan Kontribusi: IKA Unri RAPP Punya Nahkoda Baru
- Alam Cahayo Tuah Nagoghi dan Sari Jadi Gementar Alam Melaju ke Final Pacu Jalur 2026
- Dari Konflik Menuju Kolaborasi, RAPP dan Petani Beruk Sepakati Pengelolaan Lahan yang Kondusif
- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
- Hendry Munief Dorong Digitalisasi UMKM untuk Perluas Pasar dan Tingkatkan Daya Saing
320 Posyandu Diperkuat, RAPP Bekali Ribuan Kader dengan Edukasi Kesehatan dan Gizi di Riau

Pengukuran lingkar kepala oleh kader posyandu didampingi tim CD RAPP untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan pada anak.
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Di lima kabupaten di Provinsi Riau, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan serta edukasi kesehatan dan gizi yang didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Community Development (CD) RAPP dalam mendukung layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kader Posyandu dinilai memiliki peran penting karena menjadi salah satu ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan keluarga di desa.
Head of Community Development RAPP Ferdinand Leohansen Simatupang mengatakan peningkatan kapasitas kader menjadi penting agar mereka mampu memberikan pendampingan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Dengan pembekalan yang diberikan, kader diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih baik kepada keluarga, sehingga informasi kesehatan yang diterima masyarakat dapat diterapkan sesuai kebutuhan,” kata Leo, Senin (28/9/2026).
Hingga kini, dukungan CD RAPP telah menjangkau 320 Posyandu di 138 desa yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, dan Kepulauan Meranti.
Sejak dimulai pada 2022, program peningkatan kapasitas tersebut telah melibatkan 2.885 kader Posyandu dan tenaga kesehatan Puskesmas. Materi pelatihan mencakup pemenuhan gizi ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang, keterampilan dasar kader, komunikasi dengan masyarakat, hingga teknik pengukuran pertumbuhan anak.
Bagi para kader, pelatihan bukan sekadar menambah pengetahuan. Pembaruan informasi dan keterampilan menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Bidan Desa Kampung Lubuk Dalam, Rianita, mengatakan kader perlu mendapatkan pembekalan secara berkala agar pengetahuan yang dimiliki tetap mengikuti perkembangan informasi kesehatan.
“Pelatihan yang didukung CD RAPP sangat penting. Kader perlu di-refresh dengan ilmu-ilmu terbaru agar wawasan mereka terus berkembang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Posyandu Kamboja 10 Kampung Lubuk Dalam, Nur Halimah. Menurutnya, peran Posyandu kini semakin luas sehingga kader dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih beragam.
Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), kata dia, membuat pelayanan Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada balita. Layanan kini mencakup berbagai kelompok usia, sehingga kemampuan kader perlu terus diperbarui.
“Peran Posyandu sekarang semakin luas. Karena itu kader juga harus terus belajar agar mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain pelatihan dan edukasi, dukungan CD RAPP juga mencakup pendampingan serta penyediaan peralatan Posyandu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan kader, tetapi juga membantu Posyandu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat, khususnya dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak serta tumbuh kembang anak.
Dengan penguatan kapasitas kader di tingkat desa, upaya menjaga kesehatan keluarga diharapkan dapat dilakukan lebih dini dan berkelanjutan. Sebab, di balik layanan Posyandu yang sederhana dan dekat dengan masyarakat, terdapat peran kader yang setiap hari menjadi penghubung antara keluarga dan layanan kesehatan.
Dukungan terhadap penguatan kapasitas kader dan peningkatan layanan Posyandu ini merupakan bagian dari program Community Development (CD) RAPP dalam pilar Inclusive Progress APRIL2030, dengan menempatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai salah satu bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. (*)
Berita Terkait :
- Manfaat Okra Bagi Penderita Diabetes0
- Camlian Sehat yang Aman di Konsumsi Pada Malam Hari 0
- Atasi Serangan Jantung dengan Bersepeda 0
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
_Black11.png)








