- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
38 Pelajar Positif Covid-19, Bagaimana Nasib PTM Pekanbaru

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Sebanyak 38 pelajar di Kota Pekanbaru terkonfirmasi Covid-19. Jumlah itu merupakan peserta didik di 14 sekolah menengah pertama (SMP) sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) di sana dihentikan sementara.
Banyaknya pelajar terkonfirmasi membuat Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru memberikan rekomendasi agar PTM dilakukan evaluasi oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Pekanbaru.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Zaini Rizaldi meminta Satgas Covid-19 di sekolah memperketat lagi protokol kesehatan. Pasalnya di lapangan, masih ada temuan Satgas sekolah tidak menjalankan dengan ketat.
"Anak-anak ini kan memang sulit memantau mereka atau persatu, memantau mereka interaksi sedang makan, ini kita harus lebih ketat lagi sehingga perlu evaluasi," kata Zaini, Jum'at malam, 11 Februari 2022.
Terkait evaluasi PTM, Zaini menyerahkan kepada dinas pendidikan yang punya wewenang. Sebab, dinas kesehatan sifatnya menghimbau soal protokol kesehatan dan memeriksa kalau ada pelajar terkonfirmasi.
"Kalau kita tidak memperhatikan prokes, potensi bertambah tetap ada," ucap Zaini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas menyebut sekolah yang peserta didiknya terkonfirmasi akan tutup tiga hari.
"Setelah sterilisasi, anak-anak sekolah lagi karena belum ada aturan lain," kata Ismardi.
Mengenai evaluasi PTM yang diusulkan dinas kesehatan, Ismardi menyebut akan dibahas oleh Satgas Covid-19 Pemerintah Kota Pekanbaru.
"Nanti yang memutuskan adalah kepala daerah," kata Ismardi. (syu)
Berita Terkait :
- 38 Pelajar di Pekanbaru Positif Covid-19, 14 SMP Tutup Sementara0
- Membanggakan! Wagubri: Belum Tempati Rumdis, Kapolda Riau Sudah Tunjukkan Prestasi0
- Alex Kurniawan Berpeluang Tempati Kursi Kadiskominfo Riau0
- Nadiem Makarim Sebut Indonesia Masuki Masa Krisis Pembelajaran0
- Mahasiswi Unri Terisak Ceritakan Kelakuan Dekan Fisip Pada Dirinya0
_Black11.png)









