- Aksi Panen Ilegal Nasrun Sitepu dan Kani di Kebun Agrinas Berlanjut, Perusahaan Kembali Tempuh Jalur
- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
5 Hari Dalam Pencarian Mahasiswa Caltex Riau di Temukan Meninggal

Teks Foto Kapolsek Tambang AKP Marupa Sibarani langsung ikut Mengevakuasi Korban Hanyut di Sungai Kampar, Bersama Tim dan Masyarakat Desa Teluk Jering Tambang
TAMBANG,Vokalonline.Com-Setelah 5 hari korban tengelam
di Sungai Kampar Desa Teluk Jering akhirnya Mahasiswa Caltex Riau ditemukan
Rabu (7/6/2023) sekira pukul 17.30 WIB.
Korban ditemukan sekitar 200 meter ke arah hilir dari
lokasi kejadian.Korban bernama Candra Ari Kusuma (19) yang merupakan warga
Rokan Hulu ini langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.
"Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan
meninggal dunia. Setelah diperiksa di RS Bhayangkara Pekanbaru, korban langsung
dibawa ke rumah duka oleh keluarganya" jelas Kapolres Kampar AKBP Didik
Priyo Sambodo melalui Kapolsek Tambang AKP Marupa Sibarani.
Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, ia sudah dalam
keadaan membusuk dan ditemukan memar pada pelipis sebelah kanan dan luka lecet
pada dada sebelah kiri akibat kekerasan tumpul.
"Sebab korban meninggal tidak dapat ditentukan
karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah mayat (otopsi), karena pihak keluarga
menolak dan menandatangani surat pernyataan penolakan otosi"tutur
Kapolsek.
Berdasarkan pola dan gambaran luka pada daerah pelipis
dan dada tidak signifikan menimbulkan kematian dan tidak bertentangan dengan
kasus kematian akibat tenggelam. "perkiraan saat kematian 3-7 hari sebelum
dilakukan pemeriksaan. Dan ini hasil pemeriksaan dari DR. Joster Hartanto di RS
Bhayangkara Pekanbaru"ungkap Marupa.
Diceritakan Kapolsek, penemuan korban ini setelah pencari
hari ke 5 dilanjutkan pencarian Korban oleh Tim Basarnas Kota Pekanbaru
dipimpin oleh Katim (ketua Tim) Rahmat Yudo Baskoro, Tim BPBD Kabupaten Kampar
dipimpin oleh Katim Irwan, Tim Tagana
Kabupaten Kampar dipimpin Fadil dan Personil Sat Samapta Polres Kampar dipimpin
oleh KBO IPDA Bosman Tampubolon.
"Bersama masyarakat kita melakukan pencarian
dengan melakukan penyisiran Sungai Kampar dengan menggunakan 4 unit speed Boat
dan 5 sampan masyarakat dan juga menurunkan Tim Penyelam dari Basarnas dan Masyarakat"
tambahnya.
Korban ditemukan sekira pukul 17.30 WIB, sekira 200
meter dari korban tenggelam dan langsung dibawa dibawa ke RS Bhayangkara Polda
Riau untuk dilakukan Visum et Repertum." Dan sekira pukul 19.45 WIB,
jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga yang diterima oleh ayah kandung
korban bernama Mustakin" pungkas Kapolsek.
Berita sebelumnya, seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Candra Ari Kusuma tenggelam saat berkemah di Sungai Kampar, Desa Teluk Jering Kabupaten Kampar, Sabtu (3/6/2023).
Berita Terkait :
- Pj Bupati Kampar Silaturahmi Bersama Anggota DPRD Kampar 0
- Pj Bupati Kampar Ajak Masyarakat Bersukacita Sambut Pemilu Firdaus:Cek Daftar Pemilih,Jaga Persatuan0
- Ribuan Masyarakat Desa Kasikan dan Talang Danto,Tandatangani Petisi Tolak Perpanjangan HGU PTPN V0
- Forum CSR Lakukan MoU Dan Launching Bapak Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Kampar0
- Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Drg Yusi Prastiningsih, MM Resmi di Kukuhkan0
_Black11.png)









