- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
- 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Ada Kecelakaan Kerja Pembangunan Jembatan Sintong, Katanya Tewas Tertimpa Besi

Sintong, VokalOnline.Com - Masyarakat Sintong Tanah Putih Rohil beberapa hari ini menceritakan adanya kecelakaan kerja seorang pekerja pembangunan jembatan.
Informasi masyarakat naas tewasnya pekerja ini terjadi,Jumat (18/8/2023) sekitar Jam 11.00 WIB lalu.
Walau indentitas korban naas dirahasiakan, info yang beredar menyebutkan kejadian bekerja proyek pembangunan jembatan Sintong dikerjakan PT Arkindo.
PT Arkindo sebagai pemenang proyek pembangunan jembatan pada Dinas PUTR Rohil.
" Kejadian itu,Jumat 18 Agustus 2023,Jam 11.00 WIB, besi alat berat crane jatuh menimpa seorang pekerja,sempat dibawa ke Bidan Desa Dusun Sigulamo ke Rumah Sakit Duri,Mandau,namun di perjalanan meninggal dunia, " Ucap sumber,Selasa (22/8/2023) kepada media ini.
" Meninggal dunia,oleh pihak perusahaan dibawa ke Rengat,Inhu,atas permintaan keluarga, " Ucap warga .
Data dihimpun,pekerjaan pembangunan jembatan di Sintung Bakti Tanah Putih merupakan proyek Dinas PUTR Rohil.
PT Arkindo ink beralamat di Jalan Puragabaya Nomor 9 Bandung,Jawa Barat.
Merupakan rental untuk mengerjakan proyek APBD Rohil,Tahun Anggaran 2023 dengan dana 51.563.303.956,17 Milyar rupiah dikerjakan selama 210 hari kerja.
Menurut warga, pengerjaan ini diduga tidak standar keselamatan kerja atau K3 sebagaimana mestinya.
Walau tertutup rapat identitas korban, hingga,Selasa (22/8/2023) ini belum ada pernyataan resmi pihak perusahaan mengklarifikasi kebenaranya.
Menyangkut nyawa manusia dan hak-hak buruh sebagai pekerja " Peristiwa berdarah " kecelakaan kerja ini perlu di usut tuntas,tentunya tidak terlepas dari pengawasan Disnaker,PUTR Rohil, Kepolisian karena viral di medsos juga terbit di media online. (Hy)**
Berita Terkait :
- Ranperda Pelaksanaan APBD Meranti 2022 Disetujui DPRD0
- DPRD Kepulauan Meranti Gelar Paripurna Laporan Banggar dan LPP APBD 20220
- LLDIKTI Wilayah XVII Riau Disetujui0
- Cegah TPPO, Polres Meranti Gelar Rakor bersama Lintas Sektoral0
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Meranti Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sarana Kebersihan 0
_Black11.png)









