- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
Ada Kecelakaan Kerja Pembangunan Jembatan Sintong, Katanya Tewas Tertimpa Besi

Sintong, VokalOnline.Com - Masyarakat Sintong Tanah Putih Rohil beberapa hari ini menceritakan adanya kecelakaan kerja seorang pekerja pembangunan jembatan.
Informasi masyarakat naas tewasnya pekerja ini terjadi,Jumat (18/8/2023) sekitar Jam 11.00 WIB lalu.
Walau indentitas korban naas dirahasiakan, info yang beredar menyebutkan kejadian bekerja proyek pembangunan jembatan Sintong dikerjakan PT Arkindo.
PT Arkindo sebagai pemenang proyek pembangunan jembatan pada Dinas PUTR Rohil.
" Kejadian itu,Jumat 18 Agustus 2023,Jam 11.00 WIB, besi alat berat crane jatuh menimpa seorang pekerja,sempat dibawa ke Bidan Desa Dusun Sigulamo ke Rumah Sakit Duri,Mandau,namun di perjalanan meninggal dunia, " Ucap sumber,Selasa (22/8/2023) kepada media ini.
" Meninggal dunia,oleh pihak perusahaan dibawa ke Rengat,Inhu,atas permintaan keluarga, " Ucap warga .
Data dihimpun,pekerjaan pembangunan jembatan di Sintung Bakti Tanah Putih merupakan proyek Dinas PUTR Rohil.
PT Arkindo ink beralamat di Jalan Puragabaya Nomor 9 Bandung,Jawa Barat.
Merupakan rental untuk mengerjakan proyek APBD Rohil,Tahun Anggaran 2023 dengan dana 51.563.303.956,17 Milyar rupiah dikerjakan selama 210 hari kerja.
Menurut warga, pengerjaan ini diduga tidak standar keselamatan kerja atau K3 sebagaimana mestinya.
Walau tertutup rapat identitas korban, hingga,Selasa (22/8/2023) ini belum ada pernyataan resmi pihak perusahaan mengklarifikasi kebenaranya.
Menyangkut nyawa manusia dan hak-hak buruh sebagai pekerja " Peristiwa berdarah " kecelakaan kerja ini perlu di usut tuntas,tentunya tidak terlepas dari pengawasan Disnaker,PUTR Rohil, Kepolisian karena viral di medsos juga terbit di media online. (Hy)**
Berita Terkait :
- Ranperda Pelaksanaan APBD Meranti 2022 Disetujui DPRD0
- DPRD Kepulauan Meranti Gelar Paripurna Laporan Banggar dan LPP APBD 20220
- LLDIKTI Wilayah XVII Riau Disetujui0
- Cegah TPPO, Polres Meranti Gelar Rakor bersama Lintas Sektoral0
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Meranti Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sarana Kebersihan 0
_Black11.png)









