- Polres Indragiri Hilir Gelar Apel Gabungan Peringati Hari Buruh sedunia 2026
- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
Ada Kecelakaan Kerja Pembangunan Jembatan Sintong, Katanya Tewas Tertimpa Besi

Sintong, VokalOnline.Com - Masyarakat Sintong Tanah Putih Rohil beberapa hari ini menceritakan adanya kecelakaan kerja seorang pekerja pembangunan jembatan.
Informasi masyarakat naas tewasnya pekerja ini terjadi,Jumat (18/8/2023) sekitar Jam 11.00 WIB lalu.
Walau indentitas korban naas dirahasiakan, info yang beredar menyebutkan kejadian bekerja proyek pembangunan jembatan Sintong dikerjakan PT Arkindo.
PT Arkindo sebagai pemenang proyek pembangunan jembatan pada Dinas PUTR Rohil.
" Kejadian itu,Jumat 18 Agustus 2023,Jam 11.00 WIB, besi alat berat crane jatuh menimpa seorang pekerja,sempat dibawa ke Bidan Desa Dusun Sigulamo ke Rumah Sakit Duri,Mandau,namun di perjalanan meninggal dunia, " Ucap sumber,Selasa (22/8/2023) kepada media ini.
" Meninggal dunia,oleh pihak perusahaan dibawa ke Rengat,Inhu,atas permintaan keluarga, " Ucap warga .
Data dihimpun,pekerjaan pembangunan jembatan di Sintung Bakti Tanah Putih merupakan proyek Dinas PUTR Rohil.
PT Arkindo ink beralamat di Jalan Puragabaya Nomor 9 Bandung,Jawa Barat.
Merupakan rental untuk mengerjakan proyek APBD Rohil,Tahun Anggaran 2023 dengan dana 51.563.303.956,17 Milyar rupiah dikerjakan selama 210 hari kerja.
Menurut warga, pengerjaan ini diduga tidak standar keselamatan kerja atau K3 sebagaimana mestinya.
Walau tertutup rapat identitas korban, hingga,Selasa (22/8/2023) ini belum ada pernyataan resmi pihak perusahaan mengklarifikasi kebenaranya.
Menyangkut nyawa manusia dan hak-hak buruh sebagai pekerja " Peristiwa berdarah " kecelakaan kerja ini perlu di usut tuntas,tentunya tidak terlepas dari pengawasan Disnaker,PUTR Rohil, Kepolisian karena viral di medsos juga terbit di media online. (Hy)**
Berita Terkait :
- Ranperda Pelaksanaan APBD Meranti 2022 Disetujui DPRD0
- DPRD Kepulauan Meranti Gelar Paripurna Laporan Banggar dan LPP APBD 20220
- LLDIKTI Wilayah XVII Riau Disetujui0
- Cegah TPPO, Polres Meranti Gelar Rakor bersama Lintas Sektoral0
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Meranti Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sarana Kebersihan 0
_Black11.png)









