- Dari Pengaduan ke Facebook, Polsek Kateman Tegas Berantas Narkoba
- Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis
- Polsek Enok Dorong Warga Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pendampingan
- Matangkan Persiapan Perayaan HUT ke-6, Panitia Gelar Rapat Terakhir
- Bupati Bengkalis Hadiri Kegiatan Forum Konsultasi Publik
- Pansus II DPRD Bengkalis Perdalam Materi LP2B
- Bupati dan Kadisdik Tinjau Sekolah Terdampak Puting Beliung
- Perkuat Akses APBN untuk Daerah, Dr. Karmila Sari Dukung Pembentukan Forum DPR RI Dapil Riau
- Bupati Bengkalis BUka Asistensi Peningkatan IEPK Kabupaten Bengkalis Tahun 2026
- Bupati Bengkalis lantik 215 KepSek
AKP Yosi Marlius: Polri Tidak Cukup Jaga Keamanan, Harus Kawal Pangan Rakyat

KERITANG – Polsek Keritang menegaskan komitmennya menjadi sahabat petani dengan aktif memonitor perkembangan tanaman jagung di wilayah binaan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat kondisi tanaman, berdiskusi dengan petani, dan memastikan kendala di lapangan segera mendapat solusi. Kehadiran polisi di kebun memberi semangat baru bagi warga yang sedang menggarap lahan produktifnya.
Sinergi tidak berhenti pada Polri dan petani. Polsek Keritang juga menggandeng stakeholder serta Bumdes Kuala Keritang untuk bersama-sama mewujudkan swasembada pangan di tingkat desa. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Kapolsek Keritang AKP Yosi Marlius mengatakan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami hadir di kebun bersama Bumdes dan masyarakat agar setiap proses pertanian terpantau dan mendapat dukungan penuh. Dari sinilah kemandirian pangan desa dibangun,” ujarnya.
Menurut AKP Yosi, peran Bhabinkamtibmas di lapangan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menguatkan ekonomi warga. Dengan memonitor perkembangan jagung, Polri memastikan hasil panen nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Bumdes Kuala Keritang menyambut baik sinergi ini. Keterlibatan Polri membuat koordinasi antara petani, pemerintah desa, dan Bumdes menjadi lebih lancar sehingga potensi lokal dapat dimaksimalkan.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi ruang komunikasi dua arah. Petani dapat menyampaikan kendala seperti hama, pupuk, dan pengairan, sementara Polri bersama Bumdes membantu mencari solusi cepat di lapangan.
Polsek Keritang berharap upaya ini menjadi contoh bagi desa lain di wilayah Keritang. Swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa kebersamaan antara aparat, lembaga desa, dan masyarakat.
Di Kuala Keritang, Polsek Keritang membuktikan bahwa sahabat sejati petani adalah mereka yang hadir di kebun saat dibutuhkan. Dari tanaman jagung yang dirawat bersama, tumbuh harapan menuju desa yang mandiri pangan dan kuat secara ekonomi.
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)









