- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Alasan Arab Saudi Ingin Punya Nuklir

Pangeran MbS ingin Arab Saudi punya senjata nuklir.
Jakarta, VokalOnline.Com - Perdana Menteri sekaligus Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) mengatakan Arab Saudi menginginkan nuklir sebagaimana negara tetangga dan musuh bebuyutan, Iran.
Pernyataan tersebut terungkap saat MbS wawancara dengan Fox News membahas isu normalisasi dengan Israel. "Jika mereka [Iran] mendapatkannya, kita harus mendapatkannya," kata MbS. Terlepas dari itu, kenapa Saudi ingin punya nuklir?
MbS menyebut Saudi perlu mendapat nuklir demi alasan keamanan dan untuk menyeimbangkan kekuatan di Timur Tengah. Sejauh ini hanya Israel yang disebut memiliki nuklir, sementara Iran terus mengembangkan program nuklir dan memperkaya uranium hingga mencapai 83,7 persen.
Meski menginginkan senjata itu, Pangeran MbS memperingatkan soal bahaya senjata nuklir.
"Bahkan jika Iran mempunyai senjata nuklir, [jika] ada negara yang menggunakan senjata nuklir. Itu berarti mereka sedang berperang dengan negara lain," ungkap dia. Lebih lanjut, MbS mengatakan dunia tak bisa lagi melihat Hiroshima-Hiroshima yang lain. "Jika dunia melihat 100 ribu orang tewas, itu berarti Anda sedang berperang dengan seluruh dunia," ujar MbS.
Keinginan Saudi memiliki nuklir sebetulnya sudah mencuat sejak lama. Menurut laporan Washington Institute, MbS mengatakan Saudi ingin tiga hal utama sebagai imbalan normalisasi dengan Israel. Upaya normalisasi Israel dengan negara mayoritas Muslim dibantu Amerika Serikat melalui Abraham Accord.
Imbalan tersebut di antaranya jaminan keamanan Amerika Serikat, akses terhadap peralatan dan teknologi militer Amerika yang terbaik, dan dukungan untuk program nuklir sipil dalam negeri.
Washington Institute menilai "Permintaan" ketiga mungkin menjadi yang paling menantang bagi AS, karena mencakup akses terhadap teknologi pengayaan uranium yang bisa digunakan untuk memproduksi bahan peledak nuklir.(fit)**
Berita Terkait :
- TAK AKAN MELAYU TERBERAK DI CELANA (Rempang Malang Rempang Terbuang) 0
- KTT BRICS Digelar 22 Agustus di Afsel, Jokowi hingga Xi Jinping Hadir0
- Geger Temuan Zat Pemicu Kanker di Situs Nuklir Bawah Tanah AS0
- Kapitra: Saya Menuju Senayan untuk Memperjuangkan Hak Masyarakat Riau0
- Tercatat Sebagai Kader PDI Perjuangan, Dodi Nefeldi SPBU Menuju DPRD Riau 20240
_Black11.png)








