- INPEST Inhu Soroti Dugaan Tipikor, Kades Talang Durian Cacar dan Ketua BPD Bakal Dilaporkan
- IPP Pekanbaru Buka Layanan Hapus Tato Gratis di Senapelan
- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
KTT BRICS Digelar 22 Agustus di Afsel, Jokowi hingga Xi Jinping Hadir

Ilustrasi bendera Afrika Selatan. Foto: iStockphoto/RECSTOCKFOOTAGE
Jakarta, VokalOnline.Com - Organisasi ekonomi Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) akan menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22-24 Agustus 2023.
Pertemuan tersebut bakal dihadiri Presiden China Xi Jinping hingga Presiden Indonesia Joko Widodo.
Kepala negara lain yang diprediksi hadir yakni Presiden Brasil Lula da Silva, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan perwakilan Rusia yang dipimpin Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Presiden Vladimir Putin disebut hanya hadir secara virtual.
"Indonesia diundang dalam KTT BRICS. Tentunya, disela-sela KTT BRICS akan dilakukan berbagai pertemuan bilateral dengan kepala-kepala negara lain," kata Jokowi di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, Minggu (20/8).
Jokowi mengatakan ini adalah kali pertamanya melawat kawasan Afrika selama menjabat presiden. Dia menyebut RI dan Afrika punya hubungan histori yang panjang.
Kunjungan Jokowi ke Afrika berlangsung di tengah kabar yang menyebut bahwa Indonesia akan bergabung dengan BRICS.
Jokowi dalam kesempatan terpisah sebelumnya mengungkapkan pemerintah belum memutuskan akan bergabung atau tidak dengan organisasi tersebut.
Pertemuan puncak BRICS yang akan dimulai besok kemungkinan akan membahas sejumlah isu.
Salah satu topik yang kemungkinan muncul di meja yakni ekspansi BRICS dengan penambahan anggota.
Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya menyatakan lebih dari 40 negara menyampaikan ketertarikan mereka untuk bergabung dengan BRICS. Negara itu di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Argentina, Mesir hingga Indonesia.
Isu lain yang mungkin dibahas yakni meningkatkan penggalangan dana dan pinjaman mata uang lokal New Development Bank (NDB), hingga kerja sama ekonomi, demikian dikutip Reuters.(vol/fit)**
Berita Terkait :
- Geger Temuan Zat Pemicu Kanker di Situs Nuklir Bawah Tanah AS0
- Kapitra: Saya Menuju Senayan untuk Memperjuangkan Hak Masyarakat Riau0
- Tercatat Sebagai Kader PDI Perjuangan, Dodi Nefeldi SPBU Menuju DPRD Riau 20240
- Hendri Wijaya Diberhentikan Dari Jabatan Direktur PT NHR dan Dikriminalisasikan 0
- Gubri Pimpinan Rakor Percepatan Implementasi Perhutanan Sosial, Pokja PS Sudah Mulai Kerja0
_Black11.png)









