- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
Anggaran Pengangkutan Sampah di Pekanbaru Capai Rp80 Miliar
Pemko Wacanakan BLUD

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Pengelolaan sampah di Pekanbaru akan dialihkan ke sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Rencana itu untuk Mengurangi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru untuk penanganan sampah.
Pengangkutan sampah yang selama ini diambil alih oleh pihak ketiga, akan dihapuskan. Untuk pengangkutan sampah saja, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menghabiskan anggaran puluhan miliar.
Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun mengatakan, pihaknya akan menghapuskan lelang pengangkutan sampah dengan pihak ketiga. Dimana, saat ini perusahaan pengangkut sampah di Pekanbaru yakni PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah.
Karena itu, Ia berencana pengelolaan sampah dikelola dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). "Tapi ini masih kajian ya, belum final. Dan ini masih dalam tahap rencana," ujar Muflihun, Rabu (7/9/2022).
Ia menyebut, saat ini pola kebersihan di Pekanbaru menghabiskan anggaran hingga Rp80 miliar dalam satu tahun. Sementara capaian PAD dari retribusi paling hanya Rp4 miliar hingha Rp5 miliar, yang artinya Pemko Pekanbaru mengalami kerugian.
"Jadi kita mengkaji saat ini bagaimana ini diserahkan kepada pihak ketiga, mereka memungut melalui BLUD dan mereka yang menyiapkan sarana dan prasarana, artinya kita bebas APBD. Tapi ya ini saya katakan sekali lagi masih dalam kajian ya," katanya.
Nantinya kata Muflihun, anggaran yang Rp80 miliar yang biasanya digunakan untuk angkut sampah bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Seperti membangun SMP atau fasilitas pendidikan lain, kesehatan dan juga UMKM masyarakat.
"Tapi ini masih kajian ya. Mudah-mudahan kalau sesuai dengan konsep awal itu Desember kita tuntaskan. Kita coba tahun depan tak pakai (pihak ketiga), atau minimal di APBD-Perubahan tahun depan," terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Muflihun juga mengatakan dirinya banyak mendapatkan kritik dan laporan soal sampah dari masyarakat.
"Memang hari ini pihak ketiga tidak maksimal bekerja, makanya hari-hari kita terus dapat kritikan dan laporan dari masyarakat. Dan ketika kita kroscek ke lapangan itu perusahaan yang tidak jalan mobilnya. Ini akan segera kita panggil kembali. Walau memang bukan hanya sekali dua kali kita panggil mereka ini," ungkapnya.
"Kita minta ketika mereka tak sanggup ya silahkan mundur, ngapain terus kita memaksakan, sementara kita sudah capek bekerja tapi tak disuport pihak ketiga. Padahal kontrak pihak ketiga itukan kontrak untuk Pekanbaru bersih," sambungnya. (***)
Berita Terkait :
- Rektor UIR Raih Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi di Riau 0
- Diduga PT Arara Abadi Serobot Lahan Milik Masyarakat Koto Ringin 0
- FR Diamankan Polisi, Ada Hubungan Tewasnya PNS Wanita di DPRD Riau?0
- Jajaran Polres Kuansing Kembali Bagikan Bansos, Sebanyak 610 paket Sembako0
- Syekh Sa ad Dari Yaman Akan Jadi Pengajar Ilmu Alquran di Riau0
_Black11.png)









