- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
Anggota DPR PKS Apresiasi Langkah Prabowo Ringankan Beban UMKM dan Petani

Jakarta, VokalOnline.Com - Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Komisi VII, Hendry Munief, menilai momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat istimewa karena diwarnai kepemimpinan nasional yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
Hal ini ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Pembukaan Masa Sidang I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum’at (15/8/2025).
Menurut Hendry, semangat nasionalisme Presiden Prabowo Subianto tercermin dari sejumlah kebijakan yang berpihak pada rakyat, termasuk penghapusan beban tanggungan bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan.
“Satu momentum yang sangat luar biasa karena di momentum ini kita punya seorang presiden yang memiliki jiwa nasionalisme yang sangat luar biasa. Ini terbukti dengan beberapa kebijakan beliau yang menghapuskan tanggungan UMKM, petani, dan nelayan,” ujarnya.
Hendry menekankan peran vital UMKM yang jumlahnya mencapai 65 juta pelaku di seluruh Indonesia, menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia meyakini sektor ini mampu menjadi motor penggerak untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita tahu dari PDB, 61 persen disumbangkan oleh UMKM. Ini bisa menjadi faktor yang membangun pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana yang dicita-citakan oleh Pak Presiden Prabowo dalam pidato pertamanya,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian mitra Komisi VII, sektor perindustrian, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga lembaga seperti BSN, DPR, dan Kantor Berita Antara untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem yang kuat bagi UMKM.
“Kolaborasi ini yang perlu kita bangun untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita punya 20 tahun ke depan, dan kita sangat berharap, insya Allah, saat itu kita bisa mencapai Indonesia Emas yang benar-benar memajukan bangsa di masa depan,” pungkasnya.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









