- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
- RAPP Terima Penghargaan Industry Marketing Champion 2026 dari MarkPlus
- RAPP Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla di Riau
- RAPP Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Perkuat Dukungan Bagi Tumbuh Kembang Anak
- Merawat tradisi, RAPP konsisten dukung festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Perkuat Kompetensi Nakes, Pelatihan APN Digelar bagi Tenaga Kesehatan Pelalawan
- Pemkab Kuansing Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan PT RAPP dan Masyarakat Koto Baru
- Pemkab Kuansing Fasilitasi Pertemuan Masyarakat Koto Baru dan PT RAPP
Anies Ungkap Biang Kerok Negara Bisa Kena Jebakan Kelas Menengah

Bakal calon presiden Anies Baswedan mengungkap biang kerok sebuah negara dapat terperangkap dalam jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Jakarta, VokalOnline.Com - Bakal calon presiden Anies Baswedan mengungkap biang kerok sebuah negara dapat terperangkap dalam jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.
Menurutnya, middle income trap bisa menjerat sebuah negara karena institusi politik menghasilkan kebijakan yang tak mencerminkan kepentingan publik, melainkan partai politik dan kelompok politik di dalam pemerintahan.
"Hal tersebut menjadi alasan mengapa beberapa negara terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah. Saya pikir kita perlu mengatasi hal itu," kata Anies dalam acara 11th US-Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).
Awalnya, Anies menyoroti pendanaan partai politik hingga pendanaan pemilu. Ia menyebut banyak negara demokrasi di seluruh dunia telah berurusan dengan masalah itu.
Mereka memiliki pendekatan yang berbeda untuk memecahkan masalah tersebut.
Sementara, menurut dia, Indonesia tak menyentuh masalah tersebut karena belum melakukan reformasi. Anies berpendapat bahwa hal itu adalah satu satu reformasi kebijakan utama yang perlu dikedepankan dan dijalankan.
"Tanpa menangani masalah ini, kita akan selalu memiliki inkonsistensi kebijakan, kita akan selalu dihadapkan pada kepentingan politik yang saling terkait dengan pembuatan kebijakan," lanjut dia.
Selain itu, Anies juga menyinggung soal meritokrasi. Ia mengingatkan bahwa meritokrasi penting untuk menciptakan semangat keterbukaan, kompetisi terbuka, dan optimisme.
"Tidak hanya di bidang birokrasi, tetapi meritokrasi di setiap aspek. Kami ingin agar semangat meritokrasi ini kembali muncul di Indonesia. Kita pernah mengalaminya beberapa tahun yang lalu, dan kami ingin hal itu terjadi kembali," ucap Anies lebih lanjut.(fit)**
Berita Terkait :
- Prabowo: Semua Partai Termasuk PDIP Ada Dinasti Politik0
- Batas Usia Capres-Cawapres Kembali Digugat ke MK0
- Kaesang PSI ke Prabowo-Gibran: Kalau Ada yang Fitnah Jogetin Saja0
- Prabowo: Saya Tidak Ragu, Saya Bangga Tim Joko Widodo0
- PM Anwar Ibrahim Bertemu Erdogan, Bahas Palestina Sampai 2 Jam0
_Black11.png)








