- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
PM Anwar Ibrahim Bertemu Erdogan, Bahas Palestina Sampai 2 Jam

PM Malaysia Anwar Ibrahim bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahas Palestina selama dua jam. (AFP/WILLY KURNIAWAN)
Jakarta, VokalOnline.Com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (22/10) dalam lawatan selama satu hari ke negara tersebut.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara berbincang banyak soal isu Palestina selama nyaris dua jam.
"Diskusi kami selama hampir dua jam tersebut banyak berfokus pada masalah kemanusiaan yang menimpa warga Palestina saat ini. Kami membahas secara panjang lebar dan detail mengenai hak-hak warga Gaza yang terus diingkari oleh Israel," tulis Anwar dalam cuitannya, Senin (23/10).
Anwar mengatakan insiden yang dialami Palestina jelas tidak hanya akan berdampak kepada warga Palestina saja, tetapi juga kawasan Timur Tengah dan dunia.
Oleh sebab itu, ia dan Erdogan turut membahas soal keamanan dan pertahanan negara masing-masing.
"Ketika pembangunan di sana tidak semakin baik namun semakin buruk dengan tindakan serakah Israel. Oleh karena itu, aspek keamanan dan pertahanan juga disinggung, ditekankan, dan dibahas," kata Anwar.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga menyambut baik dibukanya koridor kemanusiaan di Rafah, perbatasan antara Mesir dengan Gaza, sejak Sabtu (21/10) lalu.
Ia juga menyuarakan kembali kesiapannya bekerja sama dengan Turki dan negara-negara sepemikiran lainnya guna "menghindari masalah penindasan terhadap Palestina."
"Malaysia juga tak berubah pendirian yang mengutuk kemunafikan negara-negara Barat terkait persoalan Palestina," ucapnya.
Pernyataan Anwar ini dilontarkan sehari setelah bantuan kemanusiaan untuk warga Jalur Gaza, Palestina, mulai memasuki area konflik pada Sabtu.
Ratusan truk bantuan itu masuk setelah berminggu-minggu tersendat di perbatasan Rafah karena tak kunjung diizinkan Israel.
Penyaluran bantuan ini sendiri dilakukan karena warga Gaza yang masih terisolir semakin dihadapkan krisis obat-obatan, air, makanan, listrik, hingga bahan bakar. Meski begitu, dari semua bantuan yang diizinkan, Israel tetap tak mengizinkan bahan bakar memasuki Gaza.
Seiring dengan bantuan kemanusiaan ini, Anwar juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi pada Selasa (24/10). Kedua pemimpin itu bakal membahas tentang pembukaan perbatasan Rafah agar bantuan kemanusiaan dapat memasuki Gaza.
Sejak perang Hamas Palestina dengan Israel pecah 7 Oktober lalu, Anwar Ibrahim menjadi salah satu pemimpin negara yang vokal mengecam perang, terutama Israel.
Anwar mendukung serangan Hamas ke Israel, yang dinilai balasan atas tindakan provokasi Tel Aviv selama ini ke Palestina. Posisi Malaysia sendiri memang mendukung keras kemerdekaan Palestina sekaligus solusi dua negara.
Sejalan dengan itu, Malaysia tak mendukung Israel, bahkan tak punya hubungan diplomatik dengan Negeri Zionis.
Dengan posisinya ini, Anwar terus-menerus menyatakan dukungan Malaysia kepada Palestina. Ia bahkan sampai menelepon langsung pemimpin Hamas dan pemerintah resmi Palestina tiap kali terjadi insiden mengerikan di Gaza.(fit)**
Berita Terkait :
- Bantuan dari Mesir Masuk Jalur Gaza, AS Desak Perbatasan Tetap Terbuka0
- Perang vs Hamas Memanas, Israel Bombardir Masjid Tepi Barat Palestina0
- Sekjen PBB soal Perang Hamas vs Israel: Perang Juga Punya Aturan0
- Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit0
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
_Black11.png)









