- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
Sekjen PBB soal Perang Hamas vs Israel: Perang Juga Punya Aturan

Sekjen PBB Antonio Guterres ingatkan soal perang di Israel dan Hamas. Foto: AFP/Maxin Shemetov
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di tengah konflik Israel-Hamas yang semakin memanas.
Ia menekankan bahwa perang juga memiliki aturan, seraya memperingatkan agar tidak menggunakan sandera sebagai tameng manusia.
"Bahkan perang pun mempunyai aturan," kata Guterres, dilansir AFP.
"Hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia harus dihormati dan ditegakkan; warga sipil harus dilindungi dan juga jangan pernah dijadikan tameng," imbuhnya.
Guterres menyebut situasi di Gaza telah mencapai titik terendah yang berbahaya. Akses kemanusiaan dibutuhkan di seluruh Gaza sehingga bahan bakar, makanan dan air harus segera tersedia bagi semua orang yang membutuhkan.
Guterres juga memperingatkan agar konflik tidak meluas ke seluruh kawasan mengingat Israel menghadapi ancaman konfrontasi terpisah dengan Hizbullah di Lebanon.
"Saya terus-menerus melakukan kontak dengan para pemimpin di kawasan ini, dengan fokus pada cara-cara mengurangi penderitaan dan mencegah eskalasi berbahaya lebih lanjut di Tepi Barat atau di tempat lain di kawasan ini, terutama di Lebanon selatan," katanya.
Seruan Guterres untuk melindungi warga sipil disampaikan ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pengeboman yang dilakukan pihaknya di Gaza masih hanya permulaan, dalam merespons serangan Hamas yang dilancarkan pada Sabtu (7/10) lalu.
Serangan Hamas itu menewaskan 1.300 orang yang mayoritas merupakan warga sipil. Kelompok bersenjata Hamas juga menculik sekitar 150 warga Israel dan orang asing serta membawa mereka ke Gaza sebagai sandera.
Sementara itu, Israel meminta 1,1 juta warga Palestina di Gaza segera dievakuasi dalam 24 jam sejak Jumat (12/10).
Peringatan itu dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bersamaan dengan rencana Israel melakukan serangan ke wilayah tersebut.
Militer Israel mengatakan peringatan evakuasi itu demi keselamatan warga sipil di Gaza. Warga sipil diminta pindah ke daerah selatan Wadi.
"Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerukan evakuasi seluruh warga sipil Gaza dari rumah mereka ke arah selatan, demi keselamatan dan perlindungan mereka sendiri," demikian pernyataan militer Israel, dikutip AFP.(fit)**
Berita Terkait :
- Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit0
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
- Ultimatum Israel 6 Jam Buat Warga Gaza Mengungsi Sudah Selesai0
- Menjemput 3000 Kuota Studi di Jerman tiap tahun, Gubernur Riau digoreng Isu Karhutla0
- JMSI Jalin Kerjasama Bersama Organisasi Wartawan Cina RRC dan ACJA Perkuat Hubungan Negara0
_Black11.png)









