- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
Sekjen PBB soal Perang Hamas vs Israel: Perang Juga Punya Aturan

Sekjen PBB Antonio Guterres ingatkan soal perang di Israel dan Hamas. Foto: AFP/Maxin Shemetov
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di tengah konflik Israel-Hamas yang semakin memanas.
Ia menekankan bahwa perang juga memiliki aturan, seraya memperingatkan agar tidak menggunakan sandera sebagai tameng manusia.
"Bahkan perang pun mempunyai aturan," kata Guterres, dilansir AFP.
"Hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia harus dihormati dan ditegakkan; warga sipil harus dilindungi dan juga jangan pernah dijadikan tameng," imbuhnya.
Guterres menyebut situasi di Gaza telah mencapai titik terendah yang berbahaya. Akses kemanusiaan dibutuhkan di seluruh Gaza sehingga bahan bakar, makanan dan air harus segera tersedia bagi semua orang yang membutuhkan.
Guterres juga memperingatkan agar konflik tidak meluas ke seluruh kawasan mengingat Israel menghadapi ancaman konfrontasi terpisah dengan Hizbullah di Lebanon.
"Saya terus-menerus melakukan kontak dengan para pemimpin di kawasan ini, dengan fokus pada cara-cara mengurangi penderitaan dan mencegah eskalasi berbahaya lebih lanjut di Tepi Barat atau di tempat lain di kawasan ini, terutama di Lebanon selatan," katanya.
Seruan Guterres untuk melindungi warga sipil disampaikan ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pengeboman yang dilakukan pihaknya di Gaza masih hanya permulaan, dalam merespons serangan Hamas yang dilancarkan pada Sabtu (7/10) lalu.
Serangan Hamas itu menewaskan 1.300 orang yang mayoritas merupakan warga sipil. Kelompok bersenjata Hamas juga menculik sekitar 150 warga Israel dan orang asing serta membawa mereka ke Gaza sebagai sandera.
Sementara itu, Israel meminta 1,1 juta warga Palestina di Gaza segera dievakuasi dalam 24 jam sejak Jumat (12/10).
Peringatan itu dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bersamaan dengan rencana Israel melakukan serangan ke wilayah tersebut.
Militer Israel mengatakan peringatan evakuasi itu demi keselamatan warga sipil di Gaza. Warga sipil diminta pindah ke daerah selatan Wadi.
"Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerukan evakuasi seluruh warga sipil Gaza dari rumah mereka ke arah selatan, demi keselamatan dan perlindungan mereka sendiri," demikian pernyataan militer Israel, dikutip AFP.(fit)**
Berita Terkait :
- Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit0
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
- Ultimatum Israel 6 Jam Buat Warga Gaza Mengungsi Sudah Selesai0
- Menjemput 3000 Kuota Studi di Jerman tiap tahun, Gubernur Riau digoreng Isu Karhutla0
- JMSI Jalin Kerjasama Bersama Organisasi Wartawan Cina RRC dan ACJA Perkuat Hubungan Negara0
_Black11.png)









