- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
Bantuan dari Mesir Masuk Jalur Gaza, AS Desak Perbatasan Tetap Terbuka

Jakarta, VokalOnline.Com - Amerika Serikat (AS) menyambut baik kedatangan truk-truk bantuan dari Mesir masuk ke wilayah Jalur Gaza yang sudah porak-poranda dihantam Israel. AS mendesak semua pihak tetap membuka penyeberangan Rafah.
"Pembukaan jalur pasokan penting ini adalah hasil kerja sama diplomatik selama berhari-hari di tingkat tertinggi," kata Presiden AS dalam pernyataannya, disiarkan AFP, Sabtu (21/10).
"Saya sudah menjelaskan sejak awal krisis ini, baik dalam pernyataan publik atau percakapan pribadi, bahwa bantuan kemanusiaan adalah kebutuhan kritis dan mendesak yang harus segera dilakukan," ujar Biden.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya mendesak semua pihak menjaga penyeberangan Rafah tetap terbuka agar pergerakan bantuan, yang dikatakan penting buat warga Gaza, bisa bergerak.
Berdasarkan pantauan AFP ada sekitar 20 truk dari Palang Merah Mesir yang bertugas mengirim bantuan dari berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melewati perbatasan Rafah ke Gaza.
"Kami sudah jelas: Hamas tak boleh ikut campur dalam pemberian bantuan penyelamatan jiwa ini," kata Blinken.
"Warga sipil Palestina tidak bertanggung jawab atas terorisme mengerikan yang dilakukan Hamas dan mereka tidak boleh dibuat menderita karena tindakan bejatnya," ucap dia lagi.
Pembukaan jalur pasokan ini terjadi setelah berhari-hari negosiasi intens dan kesepakatan yang dicapai Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi saat kunjungan Biden ke Israel pada awal pekan ini.
Pengiriman pada Sabtu itu adalah yang pertama sejak perang pecah dua pekan lalu antara Hamas dan Israel. Hamas adalah gerakan militan Islam yang menguasai Jalur Gaza berpenduduk 2,4 juta orang.
Pada 7 Oktober militan Hamas menyerbut Israel dari Gaza dan menewaskan sedikitnya 1.400 orang. Sebaian besar korban tewas adalah warga sipil yang ditembak, dimutilasi atau dibakar sampai mati pada hari pertama serangan tersebut menurut pejabat Israel.
Sejak saat itu lebih dari 4.300 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, tewas dalam pemboman Israel yang tak berhenti, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.
Biden mengatakan AS akan terus berupaya melindungi warga sipil, sesuai kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional.
Dia menambahkan bahwa upaya diplomatik AS akan terus dilakukan agar warga AS dan keluarga dekat mereka di Gaza bisa meninggalkan wilayah tersebut secara aman.(fit)**
Berita Terkait :
- Perang vs Hamas Memanas, Israel Bombardir Masjid Tepi Barat Palestina0
- Sekjen PBB soal Perang Hamas vs Israel: Perang Juga Punya Aturan0
- Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit0
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
- Ultimatum Israel 6 Jam Buat Warga Gaza Mengungsi Sudah Selesai0
_Black11.png)









