- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Bantuan dari Mesir Masuk Jalur Gaza, AS Desak Perbatasan Tetap Terbuka

Jakarta, VokalOnline.Com - Amerika Serikat (AS) menyambut baik kedatangan truk-truk bantuan dari Mesir masuk ke wilayah Jalur Gaza yang sudah porak-poranda dihantam Israel. AS mendesak semua pihak tetap membuka penyeberangan Rafah.
"Pembukaan jalur pasokan penting ini adalah hasil kerja sama diplomatik selama berhari-hari di tingkat tertinggi," kata Presiden AS dalam pernyataannya, disiarkan AFP, Sabtu (21/10).
"Saya sudah menjelaskan sejak awal krisis ini, baik dalam pernyataan publik atau percakapan pribadi, bahwa bantuan kemanusiaan adalah kebutuhan kritis dan mendesak yang harus segera dilakukan," ujar Biden.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya mendesak semua pihak menjaga penyeberangan Rafah tetap terbuka agar pergerakan bantuan, yang dikatakan penting buat warga Gaza, bisa bergerak.
Berdasarkan pantauan AFP ada sekitar 20 truk dari Palang Merah Mesir yang bertugas mengirim bantuan dari berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melewati perbatasan Rafah ke Gaza.
"Kami sudah jelas: Hamas tak boleh ikut campur dalam pemberian bantuan penyelamatan jiwa ini," kata Blinken.
"Warga sipil Palestina tidak bertanggung jawab atas terorisme mengerikan yang dilakukan Hamas dan mereka tidak boleh dibuat menderita karena tindakan bejatnya," ucap dia lagi.
Pembukaan jalur pasokan ini terjadi setelah berhari-hari negosiasi intens dan kesepakatan yang dicapai Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi saat kunjungan Biden ke Israel pada awal pekan ini.
Pengiriman pada Sabtu itu adalah yang pertama sejak perang pecah dua pekan lalu antara Hamas dan Israel. Hamas adalah gerakan militan Islam yang menguasai Jalur Gaza berpenduduk 2,4 juta orang.
Pada 7 Oktober militan Hamas menyerbut Israel dari Gaza dan menewaskan sedikitnya 1.400 orang. Sebaian besar korban tewas adalah warga sipil yang ditembak, dimutilasi atau dibakar sampai mati pada hari pertama serangan tersebut menurut pejabat Israel.
Sejak saat itu lebih dari 4.300 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, tewas dalam pemboman Israel yang tak berhenti, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.
Biden mengatakan AS akan terus berupaya melindungi warga sipil, sesuai kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional.
Dia menambahkan bahwa upaya diplomatik AS akan terus dilakukan agar warga AS dan keluarga dekat mereka di Gaza bisa meninggalkan wilayah tersebut secara aman.(fit)**
Berita Terkait :
- Perang vs Hamas Memanas, Israel Bombardir Masjid Tepi Barat Palestina0
- Sekjen PBB soal Perang Hamas vs Israel: Perang Juga Punya Aturan0
- Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit0
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
- Ultimatum Israel 6 Jam Buat Warga Gaza Mengungsi Sudah Selesai0
_Black11.png)









