- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
AS Tarik Pasukan dari Ukraina saat Ancaman Invasi Rusia

Amerika Serikat (AS) menarik hampir semua tentaranya yang tersisa dari Ukraina di tengah kemungkinan invasi Rusia ke negara Eropa timur itu.
Jakarta, VokalOnline.Com - Amerika Serikat (AS) menarik hampir semua tentaranya yang tersisa dari Ukraina di tengah kemungkinan invasi Rusia ke negara Eropa timur itu.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin "telah memerintahkan reposisi sementara 160 anggota Garda Nasional Florida" yang berada di negara itu," kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Sabtu (12/2).
Kirby mengatakan pasukan tersebut bakal ditempatkan di wilayah lain Eropa. Sejak 2015, pasukan cadangan dari Garda Nasional AS telah melatih tentara Ukraina bersama tentara dari negara-negara NATO lainnya, terutama Kanada dan Jerman.
"Reposisi ini tidak menandakan perubahan dalam tekad kami untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina, tetapi akan memberikan fleksibilitas dalam memastikan sekutu dan mencegah agresi," kata Kirby.
Sebelumnya Sabtu, Amerika Serikat memerintahkan semua staf kedutaan Kyiv non-darurat untuk meninggalkan negara itu karena ancaman invasi Rusia.
Ketegangan selama berminggu-minggu, di mana Rusia telah mengepung tetangga baratnya dengan lebih dari 100.000 tentara, meningkat ketika Kremlin meluncurkan latihan angkatan laut terbesarnya dalam beberapa tahun di Laut Hitam.
Sebelumnya AS berencana mengirim 3.000 tentara tambahan ke Polandia dalam beberapa hari mendatang. Empat pejabat AS mengatakan langkah itu dilakukan ketika Rusia mengadakan latihan militer di Belarus dan Laut Hitam menyusul penumpukan pasukannya di dekat Ukraina.
Menteri Luar Negeri ASAntony Blinken mengatakan Rusia telah mengumpulkan banyak pasukan di dekat Ukraina. Pernyataan itu ia sampaikan terkait gambar satelit komersial yang diterbitkan oleh perusahaan swasta AS.
Gambar itu menunjukkan Rusia menempatkan militer mereka di beberapa lokasi dekat Ukraina. Dengan kondisi itu, mereka bisa menginvasi Ukraina kapan saja.
Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berbicara pada Sabtu (12/2), untuk menyikapi peringatan negara-negara barat tentang potensi perang yang dapat terjadi kapan saja di Ukraina.**Vol/jn
Berita Terkait :
- Sejumlah Desa di Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir0
- Kepala BPN Riau Sempat Drop Disebut Terima Uang Rp1,2 M0
- CPO Naik Daun Masa Depan Minyak Sawit Terancam0
- 1.598 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jaga MotoGP Mandalika0
- Presiden Jokowi Apresiasi Peran ACT-A Dorong Pengembangan dan Akses Vaksin Covid-190
_Black11.png)









