- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
AS Tarik Pasukan dari Ukraina saat Ancaman Invasi Rusia

Amerika Serikat (AS) menarik hampir semua tentaranya yang tersisa dari Ukraina di tengah kemungkinan invasi Rusia ke negara Eropa timur itu.
Jakarta, VokalOnline.Com - Amerika Serikat (AS) menarik hampir semua tentaranya yang tersisa dari Ukraina di tengah kemungkinan invasi Rusia ke negara Eropa timur itu.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin "telah memerintahkan reposisi sementara 160 anggota Garda Nasional Florida" yang berada di negara itu," kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Sabtu (12/2).
Kirby mengatakan pasukan tersebut bakal ditempatkan di wilayah lain Eropa. Sejak 2015, pasukan cadangan dari Garda Nasional AS telah melatih tentara Ukraina bersama tentara dari negara-negara NATO lainnya, terutama Kanada dan Jerman.
"Reposisi ini tidak menandakan perubahan dalam tekad kami untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina, tetapi akan memberikan fleksibilitas dalam memastikan sekutu dan mencegah agresi," kata Kirby.
Sebelumnya Sabtu, Amerika Serikat memerintahkan semua staf kedutaan Kyiv non-darurat untuk meninggalkan negara itu karena ancaman invasi Rusia.
Ketegangan selama berminggu-minggu, di mana Rusia telah mengepung tetangga baratnya dengan lebih dari 100.000 tentara, meningkat ketika Kremlin meluncurkan latihan angkatan laut terbesarnya dalam beberapa tahun di Laut Hitam.
Sebelumnya AS berencana mengirim 3.000 tentara tambahan ke Polandia dalam beberapa hari mendatang. Empat pejabat AS mengatakan langkah itu dilakukan ketika Rusia mengadakan latihan militer di Belarus dan Laut Hitam menyusul penumpukan pasukannya di dekat Ukraina.
Menteri Luar Negeri ASAntony Blinken mengatakan Rusia telah mengumpulkan banyak pasukan di dekat Ukraina. Pernyataan itu ia sampaikan terkait gambar satelit komersial yang diterbitkan oleh perusahaan swasta AS.
Gambar itu menunjukkan Rusia menempatkan militer mereka di beberapa lokasi dekat Ukraina. Dengan kondisi itu, mereka bisa menginvasi Ukraina kapan saja.
Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berbicara pada Sabtu (12/2), untuk menyikapi peringatan negara-negara barat tentang potensi perang yang dapat terjadi kapan saja di Ukraina.**Vol/jn
Berita Terkait :
- Sejumlah Desa di Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir0
- Kepala BPN Riau Sempat Drop Disebut Terima Uang Rp1,2 M0
- CPO Naik Daun Masa Depan Minyak Sawit Terancam0
- 1.598 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jaga MotoGP Mandalika0
- Presiden Jokowi Apresiasi Peran ACT-A Dorong Pengembangan dan Akses Vaksin Covid-190
_Black11.png)









