- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
Bakamla Ungkap Penyebab Personel Meninggal Saat Tempuh Pendidikan CGBT

Para personel Bakamla RI saat menempuh pendidikan Coast Guard Basic Training (CGBT)
Jakarta, VokalOnline.com - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Aan Kurnia menyampaikan bahwa penyebab meninggalnya salah satu personel Bakamla RI Muhammad Ary Adithya Hasibuan saat menempuh pendidikan "Coast Guard Basic Training" (CGBT) karena gagal hati akut.
"Hasil diagnosis dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL), Ary meninggal karena acute liver failure atau gagal hati akut," kata Aan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan ucapan belasungkawa dari seluruh keluarga besar Bakamla RI atas meninggalnya Ary, sapaan akrab Muhammad Ary Adithya Hasibuan.
"Saya selaku Kepala Bakamla RI, mewakili seluruh keluarga besar Bakamla RI menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ary," ucapnya.
Aan menjelaskan bahwa CGBT merupakan pendidikan dasar yang harus dilalui seluruh personel Bakamla yang baru bergabung dan dinyatakan lulus menempuh rangkaian tes penerimaan sebelumnya.
Meskipun begitu, dia menekankan bahwa CGBT bukanlah pelatihan militer melainkan pelatihan yang bernuansa bela negara dan disesuaikan dengan porsi tugas pokok serta fungsi (tupoksi) Bakamla RI.
Adapun Ary, ia bergabung dan menempuh CGBT di Sidoarjo, Surabaya, bersama rekan seangkatannya. Sebelum berangkat menempuh pelatihan, menurutnya, Ary telah melalui serangkaian tes kesehatan yang menjadi syarat wajib untuk dilakukan sebelum personel Bakamla mengikut CGBT.
"Hasil tes menyatakan Ary memiliki riwayat penyakit dan membutuhkan perhatian khusus. Meskipun demikian, Ary tetap menempuh CGBT dengan intensitas latihan yang lebih ringan dari rekan sejawatnya," ujar Aan.
Kondisi kesehatan Ary mulai bermasalah saat ia mengikuti lari sore dengan rekan seangkatannya sehingga dia segera dibawa ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ia segera mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dirawat, kondisi Ary semakin menurun dan meninggal malam hari dengan diagnosis gagal hati akut. **Fira
Berita Terkait :
- APTISI Riau Sikapi RUU Sisdiknas dan Segera ke Jakarta Sampaikan Aspirasi0
- Partai NasDem Kuansing, Seleksi Ketat Bakal Calon Anggota Legislatif, 20240
- Pemda Inhu Benarkan Tidak Pernah Rawat Replika Istana Kerajaan Indragiri 0
- Warga Pekanbaru Diteror Sejumlah Pria Mengaku Polisi0
- Sekda Bengkalis Pimpin Rapat Pelaksanaan Kegiatan Tahun 20220
_Black11.png)









