- Performa Vivo Y22 untuk Pemakaian Kasual, Masih Layak Digunakan?
- Bhabinkamtibmas Petalongan Sambangi Lahan Cabai, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan
- Kambing Sehat, Anak Kuat, Negeri Mandiri: Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan dari Desa
- Polsek Keritang Pantau Progres Perawatan Jagung Program Asta Cita Dukung Ketahanan Pangan
- Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan di Riau, LPS I Gelar Silaturahmi Perdana dengan Jurnalis Riau
- Jalan Sungai Rawa Rusak Parah, Mahasiswa Resmi Laporkan PT EPE ke Kejati Riau
- Kepala Kantor Perwakilan LPS 1 Silaturahmi Awak Media di Wilayah Riau
- Cabe, Jahe Merah, Sayur Tumbuh Subur: Bukti Nyata Sinergi Polsek - Warga Enok
- Polsek Keritang Pantau Progres Perawatan Jagung Program Asta Cita di Desa Lintas Utara
- Bhabinkamtibmas Sambangi Peternakan Sapi di Desa Pengalihan
Berapa Kabupaten/Kota yang Sudah Matikan TV Analog?
.jpg)
Jakarta, VokalOnline.Com - Jumlah kabupaten/kota yang menggelar pemadaman televisi analog (Analog Switch Off/ASO) bertambah menjadi 230 meski tak menjangkau semua wilayah.
Per Rabu (2/11) pukul 24.00 WIB, Pemerintah menyetop siaran analog di 230 kabupaten/kota dalam gelaran Countdown ASO di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menko Polhukam Mahfud MD, dalam sambutannya di acara itu, merinci tahapan daerah yang menggelar ASO.
Pertama, 8 kabupaten/kota yang sudah menggelar ASO pada April 2022. Yakni, Kota Dumai, Kab. Bengkalis, Kab Kepulauan Meranti (Riau); Kabupaten Timor Tengah Utara, Kab. Belu, Kab. Melaka (NTT); Kota sorong dan Kabupaten Sorong (Papua Barat).
Kedua, 35 Kabupaten/Kota yang hanya dijangkau siaran TVRI, dihentikan siaran analognya pada 5 Oktober 2022. Ketiga, 173 Kabupaten/Kota yang belum terjangkau oleh siaran analog.
"Sehingga sebelum malam ini sebenarnya sudah ada 216 kabupaten/kota yang tidak lagi menerima siaran analog. Dari ujicoba dan penghentian di kabupaten/kota tersebut pemerintah telah melakukan evaluasi dan perbaikan sehingga penghentian siaran analog bisa berjalan lebih baik lagi," tutur Mahfud. Keempat, lanjut Mahfud, 14 daerah administrasi kabupaten/kota di kawasan Jabodetabek.
"Malam ini momen wilayah Jabodetabek, meliputi 14 daerah administrasi kabupaten/kota telah menghentikan siaran analog. Dalam menghadapi penghentian ini, pemerintah membantu penyediaan STB untuk rumah tangga kurang mampu," kata Mahfud.
Alhasil, jumlah kabupaten/kota yang belum menggelar ASO 2 November mencapai 284, berkurang dari yang sebelumnya dikatakan mencapai 292 wilayah. Di acara yang sama, Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan migrasi ke TV digital ini sudah melalui proses yang "panjang dan sangat berliku".
"Melalui silang pendapat, pro dan kontra yang terjadi, namun tujuan kita sama untuk menjaga industri kita dengan baik," kata dia. Sejauh ini, Kominfo belum merinci daftar daerah yang tak lagi menyiarkan channel analog.
Sebelumnya, pada jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (24/10), Menkominfo mengungkapkan wilayah yang menggelar ASO 2 November "ada 222 kabupaten/kota yang total Analog Switch Off."
Saat itu, ia mengatakan masih ada 292 kota dan kabupaten yang belum bisa melaksanakan ASO pada 2 November "sesuai kesiapan-kesiapan wilayah".**syafira
Berita Terkait :
- Rudal Antarbenua Korut Terbang 760 Km sebelum Jatuh ke Laut Jepang0
- Pura-pura Bahagia Ternyata Tak Sia-sia, Ahli Buktikan Sebabnya0
- Netizen Heboh Soal Viral Sewa Pacar Mulai Rp100 Ribuan di Medsos0
- Matahari Ternyata Bisa Tersenyum, Mirip Hantu di Ghostbuster0
- Elon Musk soal Pecat Direksi dan Jadi CEO Twitter Ini Hanya Sementara0
_Black11.png)









