- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Biden Yakin Xi Jinping Bukan Sekutu Kental Putin Pasti Jaga Jarak

VokalOnline.Com-- Presiden Amerika Serikat meyakini Presiden China Xi Jinping bukan sekutu kental Presiden Rusia Vladimir Putin menyusul invasi Moskow di negara tetangganya, Ukraina.
Biden berulang kali dan secara blak-blakan menyatakan AS ragu China mendukung Rusia.
"Saya tak berpikir ada banyak rasa hormat yang dimiliki China untuk Rusia atau untuk Putin," kata Biden seperti dikutip AFP, Kamis (10/11).
Ia kemudian berujar, "Saya tak mengira mereka melihat itu sebagai aliansi tertentu. Sebenarnya, mereka agak menjaga jarak."
Sejumlah pihak menekan agar China menggunakan pengaruhnya di Rusia. Kedua negara ini dianggap dekat dan memiliki kerja sama kuat.
Saat awal invasi, China menuai kritik lantaran tak menjatuhkan sanksi atau mengecam serangan Rusia ke Ukraina, sebagaimana banyak negara lain.
Namun belakangan, Xi bak memperingatkan ke Putin soal penggunaan senjata nuklir di Ukraina untuk memenangkan perang.
"Komunitas internasional harus bersama-sama melawan penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir," Kata Xi seperti dikutip The Independent.
Pernyataan tersebut muncul saat orang nomor satu di China itu bertemu Kanselir Jerman Olaf Scholz di Beijing awal November lalu.
Xi kemudian berujar, "[Saya] menganjurkan bahwa senjata nuklir tak boleh digunakan dan perang nuklir tidak boleh dilakukan, untuk mencegah krisis nuklir di Eurasia."
Dalam pernyataan tersebut, Xi tak menyebut secara jelas negara mana yang berpotensi menggunakan senjata nuklir dan membahayakan Eropa. Namun, pernyataan itu dianggap merujuk ke Rusia yang selama ini dilaporkan bakal menggunakan nuklir untuk memenangkan perang.
Selain itu, Xi juga menegaskan China mendukung Jerman dan Uni Eropa dalam memainkan peran penting guna mempromosikan negosiasi damai Rusia-Ukraina.**Syafira
Berita Terkait :
- Ahli Temukan Terowongan Kuno Diduga Menuju Makam Cleopatra0
- Pemilu Sela AS Diwarnai Ancaman Warga Berpisau di Wisconsin0
- Korsel Beberkan Bukti Korut Diduga Bantu Pasok Rudal ke Rusia0
- Maura Healey Jadi Gubernur Lesbian Pertama di AS0
- Putin Suruh Terpidana Pembunuh-Pengedar Narkoba Ikut Perang di Ukraina0
_Black11.png)









