- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Putin Suruh Terpidana Pembunuh-Pengedar Narkoba Ikut Perang di Ukraina

VokalOnline.Com-- Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani Undang-Undang yang mewajibkan para narapidana dengan kejahatan serius seperti pembunuh dan pengedar narkoba mengikuti wajib militer.
Penandatanganan UU itu disampaikan Putin pada Jumat (4/11). Melalui aturan itu, narapidana yang hukumannya belum dihapus maupun napi dengan kejahatan seperti pelaku pencurian, perampokan, pembunuhan, perdagangan narkoba, dan lainnya bisa disiapkan untuk berperang di Ukraina.
Meski begitu, UU ini mengecualikan beberapa terpidana kejahatan seperti pelaku kejahatan seks terhadap anak di bawah umur, pemberontak, mata-mata, atau teroris, pelaku percobaan pembunuhan terhadap pejabat pemerintah, pembajak pesawat, ekstremis, dan mereka yang melakukan penanganan ilegal terhadap nuklir dan zat radioaktif.
Sejauh ini, Rusia telah memiliki 18 ribu tentara tambahan dari target 300 ribu personel yang dimobilisasi untuk berperang di Ukraina.
Namun, awal pekan ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa semua kegiatan mobilisasi parsial telah ditangguhkan setelah para pejabat mengatakan target untuk merekrut 300 ribu personel telah terpenuhi.
Kendati demikian, perintah mobilisasi parsial ini hanya akan berakhir saat Putin menandatangani dekrit resmi. Sampai saat itu, Putin berhak merekrut lebih banyak personel untuk wajib militer di masa mendatang.
kepala pasukan Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin, dikabarkan telah memanggil para napi untuk bergabung dengan kelompok tentara baya
Namun UU yang ditandatangani Putin disebut tidak terkait dengan perekrutan pasukan Wagner tersebut. UU ini hanya berlaku bagi tahanan yang dihukum bersyarat atau dibebaskan dari penjara.
Sebelum UU ini diteken, para tahanan biasanya tidak boleh berada di luar pengawasan pihak berwenang selama delapan hingga sepuluh tahun hingga hukuman mereka selesai. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tempat tinggalnya dan harus mematuhi berbagai larangan dari pihak berwajib**Syafira
Berita Terkait :
- Proyek Gila China Bikin Jet Tempur Generasi Terbaru, AS Bisa Waswas0
- Izinkan Perayaan, Saudi Tetap Larang Impor Pohon Natal0
- Menteri Kabinet PM Rishi Sunak Mundur karena Pesan 0
- Warga China Tolak Karantina Covid Ditangkap Polisi0
- 12 Anggota Keluarga Jadi Korban Tewas Jembatan Ambruk di India0
_Black11.png)








