- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
Putin Suruh Terpidana Pembunuh-Pengedar Narkoba Ikut Perang di Ukraina

VokalOnline.Com-- Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani Undang-Undang yang mewajibkan para narapidana dengan kejahatan serius seperti pembunuh dan pengedar narkoba mengikuti wajib militer.
Penandatanganan UU itu disampaikan Putin pada Jumat (4/11). Melalui aturan itu, narapidana yang hukumannya belum dihapus maupun napi dengan kejahatan seperti pelaku pencurian, perampokan, pembunuhan, perdagangan narkoba, dan lainnya bisa disiapkan untuk berperang di Ukraina.
Meski begitu, UU ini mengecualikan beberapa terpidana kejahatan seperti pelaku kejahatan seks terhadap anak di bawah umur, pemberontak, mata-mata, atau teroris, pelaku percobaan pembunuhan terhadap pejabat pemerintah, pembajak pesawat, ekstremis, dan mereka yang melakukan penanganan ilegal terhadap nuklir dan zat radioaktif.
Sejauh ini, Rusia telah memiliki 18 ribu tentara tambahan dari target 300 ribu personel yang dimobilisasi untuk berperang di Ukraina.
Namun, awal pekan ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa semua kegiatan mobilisasi parsial telah ditangguhkan setelah para pejabat mengatakan target untuk merekrut 300 ribu personel telah terpenuhi.
Kendati demikian, perintah mobilisasi parsial ini hanya akan berakhir saat Putin menandatangani dekrit resmi. Sampai saat itu, Putin berhak merekrut lebih banyak personel untuk wajib militer di masa mendatang.
kepala pasukan Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin, dikabarkan telah memanggil para napi untuk bergabung dengan kelompok tentara baya
Namun UU yang ditandatangani Putin disebut tidak terkait dengan perekrutan pasukan Wagner tersebut. UU ini hanya berlaku bagi tahanan yang dihukum bersyarat atau dibebaskan dari penjara.
Sebelum UU ini diteken, para tahanan biasanya tidak boleh berada di luar pengawasan pihak berwenang selama delapan hingga sepuluh tahun hingga hukuman mereka selesai. Mereka tidak diperbolehkan meninggalkan tempat tinggalnya dan harus mematuhi berbagai larangan dari pihak berwajib**Syafira
Berita Terkait :
- Proyek Gila China Bikin Jet Tempur Generasi Terbaru, AS Bisa Waswas0
- Izinkan Perayaan, Saudi Tetap Larang Impor Pohon Natal0
- Menteri Kabinet PM Rishi Sunak Mundur karena Pesan 0
- Warga China Tolak Karantina Covid Ditangkap Polisi0
- 12 Anggota Keluarga Jadi Korban Tewas Jembatan Ambruk di India0
_Black11.png)









