- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Warga China Tolak Karantina Covid Ditangkap Polisi

VokalOnline.Com-- Sebanyak tujuh warga di wilayah timur laut China yang menolak karantina Covid-19 ditangkap polisi, Selasa (8/11).
Warga tersebut sebelumnya dilaporkan bentrok dengan petugas karena menolak aturan ketat karantina Covid-19.
Associated Press melaporkan sedikitnya terjadi 2.230 kasus kekerasan di kompleks pabrik teknologi Guangzhou, wilayah selatan China terkait penolakan terhadap kebijakan nol-Covid.
Meski kasus Covid-19 di China tetap rendah, pemerintah Xi Jinping masih menerapkan kebijakan nol-Covid dengan langsung menerapkan lockdown jika ditemukan kasus Covid.
Seperti diberitakan media lokal, polisi tak segan mengambil tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar aturan lockdown. Meski demikian, protes terhadap lockdown semakin kuat.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai identitas tujuh warga China yang ditangkap polisi karena menolak aturan karantina ketat selama pandemi.
Berita mengenai penangkapan itu sempat ramai diunggah di media sosial China pada Selasa (8/11), namun segera disensor dan dihapus pemerintah pada Rabu (9/11) pagi waktu setempat.
Xi Jinping tetap menerapkan kebijakan nol-Covid setelah terpilih kembali sebagai Presiden China untuk periode ketiga. Ia mendapatkan dukungan dari para petinggi Partai Komunis China pada Kongres September lalu.
Dukungan terhadap Xi Jinping juga diberikan oleh pejabat tinggi Shanghai yang sempat bikin gempar karena kebijakan ketat lockdown sebabkan sejumlah warga nyaris kelaparan.
China sendiri masih belum membuka sebagian besar gerbang internasional kala negara-negara lain mulai menerapkan kebijakan sebaliknya.**Syafira
Berita Terkait :
- 12 Anggota Keluarga Jadi Korban Tewas Jembatan Ambruk di India0
- Saudi Pernah Gempar Gegara Pangeran MbS Tangkap Adik Raja Salman0
- China Akan Pamer Sistem Pertahanan Canggih Anti-Drone di Guangdong0
- Sinyal Kuat Putin ke Jokowi Bakal Absen di KTT G20 di Bali0
- Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan0
_Black11.png)








