- Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat, Dodi Nefeldi Masuk Daftar Nominator JMSI Award
- Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan di Desa Lintas Utara
- Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Keritang Gotong Royong di Rumah Allah
- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
Warga China Tolak Karantina Covid Ditangkap Polisi

VokalOnline.Com-- Sebanyak tujuh warga di wilayah timur laut China yang menolak karantina Covid-19 ditangkap polisi, Selasa (8/11).
Warga tersebut sebelumnya dilaporkan bentrok dengan petugas karena menolak aturan ketat karantina Covid-19.
Associated Press melaporkan sedikitnya terjadi 2.230 kasus kekerasan di kompleks pabrik teknologi Guangzhou, wilayah selatan China terkait penolakan terhadap kebijakan nol-Covid.
Meski kasus Covid-19 di China tetap rendah, pemerintah Xi Jinping masih menerapkan kebijakan nol-Covid dengan langsung menerapkan lockdown jika ditemukan kasus Covid.
Seperti diberitakan media lokal, polisi tak segan mengambil tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar aturan lockdown. Meski demikian, protes terhadap lockdown semakin kuat.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai identitas tujuh warga China yang ditangkap polisi karena menolak aturan karantina ketat selama pandemi.
Berita mengenai penangkapan itu sempat ramai diunggah di media sosial China pada Selasa (8/11), namun segera disensor dan dihapus pemerintah pada Rabu (9/11) pagi waktu setempat.
Xi Jinping tetap menerapkan kebijakan nol-Covid setelah terpilih kembali sebagai Presiden China untuk periode ketiga. Ia mendapatkan dukungan dari para petinggi Partai Komunis China pada Kongres September lalu.
Dukungan terhadap Xi Jinping juga diberikan oleh pejabat tinggi Shanghai yang sempat bikin gempar karena kebijakan ketat lockdown sebabkan sejumlah warga nyaris kelaparan.
China sendiri masih belum membuka sebagian besar gerbang internasional kala negara-negara lain mulai menerapkan kebijakan sebaliknya.**Syafira
Berita Terkait :
- 12 Anggota Keluarga Jadi Korban Tewas Jembatan Ambruk di India0
- Saudi Pernah Gempar Gegara Pangeran MbS Tangkap Adik Raja Salman0
- China Akan Pamer Sistem Pertahanan Canggih Anti-Drone di Guangdong0
- Sinyal Kuat Putin ke Jokowi Bakal Absen di KTT G20 di Bali0
- Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan0
_Black11.png)









