- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Saudi Pernah Gempar Gegara Pangeran MbS Tangkap Adik Raja Salman

VokalOnline.Com-- Kerajaan Arab Saudi pernah gempar saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) menangkap adik Raja Salman atau paman sendiri, Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz, karena dituduh berkhianat.
Penangkapan itu terjadi pada Maret 2020. Tak hanya Pangeran Ahmed, keponakan Raja Salman atau sepupu MbS yakni Pangeran Mohammed bin Nayef juga turut ditangkap.
Sejak Raja Salman berkuasa, para pangeran senior Saudi banyak dilengserkan demi memuluskan jalan MbS menuju takhta berikutnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Pangeran Mohammed bin Nayef yang sebelumnya putra mahkota dicopot paksa oleh Raja Salman dan digantikan dengan MbS pada Juni 2017. Raja Salman juga mencopot Pangeran Mohammed bin Nayef dari posisi Menteri Dalam Negeri.
Di tahun yang sama pula, MbS menggencarkan aksi konsolidasinya dengan memerintahkan pasukan keamanan menangkap pangeran senior dan pebisnis terkemuka dengan alasan memberantas korupsi.
Salah satu korban penangkapan itu ialah Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang pebisnis dan miliarder yang memiliki saham besar Twitter kala itu. Bukan cuma dia, Pangeran Miteb selaku putra mendiang Raja Abdullah juga dicopot dari jabatan kepala Garda Nasional.
Hingga kini Pangeran MbS dikabarkan telah menangkap lebih dari 20 anggota keluarga kerajaan. Teranyar, Pangeran Abdullah bin Faisal Al Saud juga ditangkap, bahkan divonis 30 tahun penjara.
Menurut salah satu sumber kerajaan, Pangeran Abdullah ketahuan membahas penahanan sepupunya dengan sejumlah kerabat via telepon. Padahal kala itu ia berada di Amerika Serikat.
Sebuah organisasi media dan Amnesty International pun menduga Saudi menggunakan spyware militer buatan Israel Pegasus untuk memata-matai keluarga kerajaan maupun warga Saudi yang berada di negara lain.**Syafira
Berita Terkait :
- China Akan Pamer Sistem Pertahanan Canggih Anti-Drone di Guangdong0
- Sinyal Kuat Putin ke Jokowi Bakal Absen di KTT G20 di Bali0
- Pangeran Abdullah Dibui, MbS Tangkap Lebih dari 20 Keluarga Kerajaan0
- PLN Paparkan Inisiatif dan Capaian Transisi Energi di COP 27 Mesir0
- Puan Dinilai akan Teruskan Warisan Bung Karno Rawat Hubungan RI-Korsel0
_Black11.png)








