- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
PLN Paparkan Inisiatif dan Capaian Transisi Energi di COP 27 Mesir

VokalOnline.Com - Dalam pertemuan tingkat tinggi dunia ini, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjabarkan komitmen perseroaan dalam transisi energi melalui sejumlah capaian selama dua tahun terakhir.
"Kami memiliki delapan inisiatif dalam transisi energi yang mana selama dua tahun terakhir ini sudah banyak progresnya. Sebagai tuan rumah presidensi KTT G20, Indonesia juga mengakselerasi beragam proyek energi bersih sebagai wujud komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon," ujar Darmawan.
Salah satu isu penting yang dibawa PLN dalam gelaran COP 27 adalah memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Untuk merealisasikan early retirement PLTU ini, PLN butuh dukungan global untuk mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.
"Pengurangan emisi karbon di Indonesia sama jumlahnya dengan emisi karbon di global. Untuk itu, PLN membuka ruang seluas luasnya dalam skema kerja sama, baik dari sisi investasi maupun pengembangan teknologi ramah lingkungan," kata Darmawan.
Upaya lain yang dilakukan PLN dalam mengurangi emisi karbon yakni penerapan teknologi co-firing atau mengganti sebagian batu bara dengan biomassa. Tujuannya, untuk menurunkan penggunaan batu bara pada pembangkit."Skema ini telah diimplementasikan di 33 PLTU dari 48 pembangkit yang tengah diujicoba," lanjut Darmawan.
PLN, kata Darmawan, akan mempercepat pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Dalam RUPTL 2021-2030, tambahan pembangkit energi baru terbarukan mencapai 20,9 GW atau porsinya akan mencapai 51,6 persen dari total kapasitas pembangkit baru
PLN juga terus berupaya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Salah satunya dengan pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) melalui konsep waralaba (franchise). SPKLU yang berasal dari kolaborasi berbagai pihak ini terbukti sangat diminati, puluhan badan usaha sudah melakukan pendaftaran.
"Pada intinya, kerja keras yang dilakukan PLN bukan hanya generasi saat ini saja, tapi untuk generasi anak cucu kita. Maka itu, PLN mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam transisi energi bersih ini," kata Darmawan.**Syafira
Berita Terkait :
- Cegah PHK Massal Menperin Bentuk Satgas Pengamanan Industri Tekstil0
- Kebakaran Gudang PT Gudang Garam Tak Ganggu Produksi Rokok0
- Produsen Minyak Goreng Bantah Tudingan KPPU soal Rekayasa Harga0
- Harga Avtur Naik Nasib Harga Tiket Pesawat Bagaimana?0
- Puan Dinilai akan Teruskan Warisan Bung Karno Rawat Hubungan RI-Korsel0
_Black11.png)









