- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
PLN Paparkan Inisiatif dan Capaian Transisi Energi di COP 27 Mesir

VokalOnline.Com - Dalam pertemuan tingkat tinggi dunia ini, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjabarkan komitmen perseroaan dalam transisi energi melalui sejumlah capaian selama dua tahun terakhir.
"Kami memiliki delapan inisiatif dalam transisi energi yang mana selama dua tahun terakhir ini sudah banyak progresnya. Sebagai tuan rumah presidensi KTT G20, Indonesia juga mengakselerasi beragam proyek energi bersih sebagai wujud komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon," ujar Darmawan.
Salah satu isu penting yang dibawa PLN dalam gelaran COP 27 adalah memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Untuk merealisasikan early retirement PLTU ini, PLN butuh dukungan global untuk mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.
"Pengurangan emisi karbon di Indonesia sama jumlahnya dengan emisi karbon di global. Untuk itu, PLN membuka ruang seluas luasnya dalam skema kerja sama, baik dari sisi investasi maupun pengembangan teknologi ramah lingkungan," kata Darmawan.
Upaya lain yang dilakukan PLN dalam mengurangi emisi karbon yakni penerapan teknologi co-firing atau mengganti sebagian batu bara dengan biomassa. Tujuannya, untuk menurunkan penggunaan batu bara pada pembangkit."Skema ini telah diimplementasikan di 33 PLTU dari 48 pembangkit yang tengah diujicoba," lanjut Darmawan.
PLN, kata Darmawan, akan mempercepat pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Dalam RUPTL 2021-2030, tambahan pembangkit energi baru terbarukan mencapai 20,9 GW atau porsinya akan mencapai 51,6 persen dari total kapasitas pembangkit baru
PLN juga terus berupaya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Salah satunya dengan pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) melalui konsep waralaba (franchise). SPKLU yang berasal dari kolaborasi berbagai pihak ini terbukti sangat diminati, puluhan badan usaha sudah melakukan pendaftaran.
"Pada intinya, kerja keras yang dilakukan PLN bukan hanya generasi saat ini saja, tapi untuk generasi anak cucu kita. Maka itu, PLN mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam transisi energi bersih ini," kata Darmawan.**Syafira
Berita Terkait :
- Cegah PHK Massal Menperin Bentuk Satgas Pengamanan Industri Tekstil0
- Kebakaran Gudang PT Gudang Garam Tak Ganggu Produksi Rokok0
- Produsen Minyak Goreng Bantah Tudingan KPPU soal Rekayasa Harga0
- Harga Avtur Naik Nasib Harga Tiket Pesawat Bagaimana?0
- Puan Dinilai akan Teruskan Warisan Bung Karno Rawat Hubungan RI-Korsel0
_Black11.png)








