- Sambut Hari Bhayangkara, Polsek Keritang Gotong Royong di Rumah Allah
- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
Proyek Gila China Bikin Jet Tempur Generasi Terbaru, AS Bisa Waswas

VokalOnline.com-- China diklaim tengah menjalankan proyek gila mengembangkan jet tempur generasi terbaru yang bisa melawan jet milik Amerika Serikat.
Ambisi China ini pun disebut-sebut bisa bikin AS tambah waswas disaingi Beijing dalam modernisasi alat utama sistem pertahanan, seperti dikutip dari Asia Times.
Jet tempur generasi keenam itu disebut bakal memiliki teknologi canggih dan baru seperti desain modular, mesin pintar, piranti lunak kecerdasan buatan, virtual dan augmented reality, kumpulan drone, serta opsi antara pesawat awak atau nirawak.
Mengutip The Drive, Panglima Komando Tempur Udara AS Jenderal Mark D Kelly menilai jet tempur itu dibuat sebagai tanggapan atas program Next Generation Air Dominance (NGAD) Angkatan Udara AS.
Kelly berpendapat China hendak membuat jet dengan keseluruhan sistem terintegrasi yang sama seperti yang tengah dikembangkan AS.
NGAD sendiri merupakan jet tempur yang lebih dari sekadar pesawat tempur berawak generasi keenam. NGAD dikembangkan untuk memasukkan drone kolaboratif agar mampu bekerja bersama pesawat berawak ditambah dengan senjata baru, sensor, serta arsitektur komunikasi.
Kepada The War Zone, Kelly meyakini bahwa China merancang kekuatan udara generasi keenamnya dengan melakukan "pengurangan signature secara eksponensial dan percepatan eksponensial terhadap kekuatan proses dan penginderaan".
Kelly juga mengatakan jet tempur itu diduga bakal memiliki kemampuan iterasi atau mengulangi penyempurnaan yang dibantu dengan sistem misi terbuka.
Pengalaman China dalam mengembangkan pendekatan berulang yaitu pada jet tempur seri Flanker buatan Soviet yang dikerjakan ulang dinilai mampu menempatkan jet China setara dengan NGAD.
Bahkan, kata Kelly, itu bisa jadi awal yang baik sehingga AS harus berlomba agar tetap unggul.
"[China] sedang membangun angkatan udara kelas satu," kata Kelly.
"Kita harus sampai di sana sebelum mereka [China] melakukannya. Itu tidak akan berakhir dengan baik bila kita tidak segera bertindak," ucapnya lagi.**Syafira
Berita Terkait :
- Izinkan Perayaan, Saudi Tetap Larang Impor Pohon Natal0
- Menteri Kabinet PM Rishi Sunak Mundur karena Pesan 0
- Warga China Tolak Karantina Covid Ditangkap Polisi0
- 12 Anggota Keluarga Jadi Korban Tewas Jembatan Ambruk di India0
- Saudi Pernah Gempar Gegara Pangeran MbS Tangkap Adik Raja Salman0
_Black11.png)









