- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
Boy Jaga Semangat Generasi Muda Agar Tidak Disorientasi Kebangsaan

Jakarta, VokalOnline.Com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan jiwa kebangsaan dan semangat generasi muda harus terus dijaga supaya tidak menjadi disorientasi di tengah ancaman paham radikal dan terorisme.
"Kita harus jaga semangat kebangsaan generasi muda agar tidak menjadi generasi disorientasi kebangsaan. Kita khawatir kalau dibiarkan nanti generasi mendatang kurang memahami bangsanya sendiri," kata Boy Boy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dia mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk aparat desa untuk berperan memperkuat sinergisme deteksi dini terhadap penyebaran radikalisme dan terorisme kepada generasi muda.
Boy menyampaikan hal itu pada acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme di Graha Pancasila, Komplek Kantor Wali Kota Batu, Jawa Timur, yang diikuti ratusan tokoh masyarakat, tokoh lintas agama dan penghayat kepercayaan, serta perangkat kecamatan dan desa se-Kota Batu.
DIalog kebangsaan tersebut merupakan silaturahmi antara BNPT dan tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan perempuan, sebagai sarana untuk saling berbagi dan waspada terhadap penyebarluasan radikalisme dan terorisme.
Dengan kegiatan itu, BNPT berharap para peserta lebih memahami ciri-ciri ideologi terorisme, antara lain anti terhadap konstitusi, ideologi negara, bersifat eksklusivisme, intoleran radikal, kemudian juga anti nilai-nilai kemanusiaan, kecenderungannya menghalalkan kekerasan.
"Pertemuan hari ini seperti biasa kami berkeliling ke mana pun karena tugas kami adalah mengingatkan. Prioritas utama tugas BNPT adalah bagaimana membangun semangat mitigasi terhadap aksi terorisme yang diawali sikap intoleransi dan radikalisme ini bisa diminimalkan, bahkan kalau perlu ditiadakan dari bumi NKRI," ujarnya. **Fira
Berita Terkait :
- Empat Ganda Putra Indonesia Berbagi Pool Perempat Final Singapore Open0
- Facebook Izinkan Satu Akun Terhubung Ke Lima Profil0
- Kejati Riau Serius Menerapkan RJ Bagi Pencari Keadilan0
- Pertama Di Riau, 200 peserta Tampil Di Turnamen Panahan Indoor Unilak Archery0
- Mantan Gubernur Riau Annas Maamun Dituntut 2 Tahun Penjara0
_Black11.png)









