- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Cegah Penyebaran PMK, OPD Diminta Blokade Perbatasan

Rengat, VokalOnline.Com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth disease yang merebak di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Aceh membuat peternak sapi di Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Provinsi Riau, resah. Organisasi perangkat daerah (OPD) setempat diminta sigap melakukan antisipasi.
Ketua Komisi II DPRD Inhu, Sugeng Riono, mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disnakan) Inhu harus memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak.
"Perbatasan harus diperketat agar ternak lokal seperti sapi, kerbau, dan kambing, tidak tertular penyakit dari hewan yang masuk dari luar daerah," katanya, Selasa (31/5).
"Seyogyanya OPD terkait proaktif melakukan pengawasan dan pemeriksaan keluar masuknya hewan ternak. Tujuannya, tentu agar tidak sampai terjadi penyebaran virus yang menyebabkan kerugian ekonomi di kalangan masyarakat," politikus Partai Demokrat ini menambahkan.
Untuk diketahui, populasi ternak sapi di Inhu cukup besar, sekitar 38 ribu ekor yang tersebar di 14 kecamatan. "Supaya tidak terkena virus, sebaiknya untuk sementara waktu dilarang memasukkan ternak dari luar daerah," tukasnya.
Pemerintah juga diharapkan melakukan pemantauan terhadap pemotongan hewan di RPH serta di pasar ternak yang ada di Inhu.
"Sosialisasi kepada masyarakat tentang pengendalian dan pencegahan virus ternak harus ditingkatkan supaya nanti hewan kurban Idul Adha 2022 bebas dari penyakit," katanya.
Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan PemkabInhu, Fakhrurrazi, mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan ternak yang terjangkit penyakit PMK di daerah itu.
Namun demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan pengawasan dan menyurati seluruh petugas, mulai dari dokter hewan, paramedis, dan petugas IB yang ada di lapangan, untuk meningkatkan pemeriksaan ternak. **Fira
Berita Terkait :
- Jika Tidak Dibangun Boxcover, Satu Dusun Terisolir di Sungai Akar Inhu Ini0
- Untuk Masyarakat Inhu, Konsultasi Hukum Gratis Setiap Senin di Warkop Top Anda 0
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Rusuh Dalam Paripurna DPRD Inhu, Diduga Akibat Ketua Elda Bacakan Surat Tanpa Registrasi0
- Prediksi AKD di DPRD Inhu, PKB ketua Komisi II dan PAN ketua Komisi III0
_Black11.png)









