- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
- Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
- BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
- Revolusi Keuangan Puskesmas di Inhil, Satu Rekening untuk Banyak Transaksi
- JMSI Riau Targetkan Seluruh Wartawan Anggota Bersertifikat UKW pada 2027
- Minta Masukan atas RUU Daerah Kepulauan, Hendry Munief: Menyesuaikan Kebutuhan Daerah
- Antisipasi Dampak AI pada Industri Pers, Syahrul Aidi Minta DPR Siapkan RUU Regulasi Digital
- VokalOnline ikuti Webinar Merajut Nusantara
- BKSAP DPR RI Dorong Riau Perkuat Kerja Sama dengan Jepang
Cegah Penyebaran PMK, OPD Diminta Blokade Perbatasan

Rengat, VokalOnline.Com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth disease yang merebak di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Aceh membuat peternak sapi di Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Provinsi Riau, resah. Organisasi perangkat daerah (OPD) setempat diminta sigap melakukan antisipasi.
Ketua Komisi II DPRD Inhu, Sugeng Riono, mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disnakan) Inhu harus memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak.
"Perbatasan harus diperketat agar ternak lokal seperti sapi, kerbau, dan kambing, tidak tertular penyakit dari hewan yang masuk dari luar daerah," katanya, Selasa (31/5).
"Seyogyanya OPD terkait proaktif melakukan pengawasan dan pemeriksaan keluar masuknya hewan ternak. Tujuannya, tentu agar tidak sampai terjadi penyebaran virus yang menyebabkan kerugian ekonomi di kalangan masyarakat," politikus Partai Demokrat ini menambahkan.
Untuk diketahui, populasi ternak sapi di Inhu cukup besar, sekitar 38 ribu ekor yang tersebar di 14 kecamatan. "Supaya tidak terkena virus, sebaiknya untuk sementara waktu dilarang memasukkan ternak dari luar daerah," tukasnya.
Pemerintah juga diharapkan melakukan pemantauan terhadap pemotongan hewan di RPH serta di pasar ternak yang ada di Inhu.
"Sosialisasi kepada masyarakat tentang pengendalian dan pencegahan virus ternak harus ditingkatkan supaya nanti hewan kurban Idul Adha 2022 bebas dari penyakit," katanya.
Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan PemkabInhu, Fakhrurrazi, mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan ternak yang terjangkit penyakit PMK di daerah itu.
Namun demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan pengawasan dan menyurati seluruh petugas, mulai dari dokter hewan, paramedis, dan petugas IB yang ada di lapangan, untuk meningkatkan pemeriksaan ternak. **Fira
Berita Terkait :
- Jika Tidak Dibangun Boxcover, Satu Dusun Terisolir di Sungai Akar Inhu Ini0
- Untuk Masyarakat Inhu, Konsultasi Hukum Gratis Setiap Senin di Warkop Top Anda 0
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Rusuh Dalam Paripurna DPRD Inhu, Diduga Akibat Ketua Elda Bacakan Surat Tanpa Registrasi0
- Prediksi AKD di DPRD Inhu, PKB ketua Komisi II dan PAN ketua Komisi III0
_Black11.png)









