- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
Dapat Telepon untuk Cek Status Vaksinasi Covid-19? Kemenkes Minta Masyarakat Waspada Penipuan

VokalOnline.Com - Hingga saat ini, masih banyak modus penipuan mengatasnamakan tentang pandemi Covid-19.
Bahkan, belakangan ini beredar laman penipuan yang mirip dengan alamat website PeduliLindungi.
Tak sampai di situ, beredar juga pesan singkat (SMS) hingga telepon terkait vaksin Covid-19.
Seorang warganet baru-baru ini menyatakan mendapat telepon penipuan berkedok cek status vaksinasi Covid-19.
"Baru saja, teman saya menerima telepon untuk menanyakan apakah dia telah divaksinasi. Jika dia sudah divaksin, tekan 1. Jika dia belum divaksinasi, tekan 2. Akibatnya, dia menekan 1 Ponsel diblokir, dan informasi PayMe dan perbankan online yang sering digunakannya ditransfer. Semua Orang Perhatian~ Cepat dan teruskan ke lebih banyak orang! Penipuan gaya baru," lapor seorang warganet, dikutip dari laman Covid19.go.id.
Merespons hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa pesan terkait panggilan telepon soal vaksinasi adalah hoaks atau tidak benar.
Dia mengatakan, lembaga resmi pemerintah tidak pernah melakukan panggilan untuk menanyakan status vaksinasi.
"Lembaga resmi pemerintah Indonesia tidak pernah melakukan panggilan menanyakan status vaksinasi warga," ujar Nadia.
"Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait panggilan telepon dengan modus mengecek status vaksin tersebut tidak benar. Sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten palsu," tambahnya.
Senada dengan Nadia, dari laman resmi Kementerian Kesehatan memperingatkan agar masyarakat lebih waspada.
"WASPADA!! Hati-hati apabila ada mendapatkan info melalui whatsapp dan lain sebagainya mengatasnamakan Pejabat Kemenkes. Mohon untuk diabaikan!" tulis dalam peringatan tersebut.
Berita Terkait :
- Tak Pantas Sekretaris dan Bendahara PWI Riau Wartawan Tak Kopeten0
- H. Asra Faber: Tahun Baru Islam Perkuat Ekonomi Umat, Jadikan Masjid Pusat Peradaban0
- Rakorsus Karhutla Gubri Kembali Perjuangkan Pegawai Honorer0
- Datok Rajo Deko Kenegerian Bangkinang Minta Pengembalian 19 Ribu Hektare Lahan0
- Rapat Pengprov, Eko Pamuji Dikukuhkan Jadi Sekjen JMSI0
_Black11.png)








