- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
Darma Akui PT. SAGM yang Beroperasi di Inhil Tak Miliki HGU

INHIL,VokalOnline.Com - Darma Patria, mengatasnamakan Humas perusahaan untuk wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mengakui pihak PT Setia Agrindo Mandiri (SAGM) tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU).
Pernyataan Darma ini dilontarkan saat wawancara dengan awak media, usai hearing di kantor DPRD Inhil, Senin (11/10/2022) siang. Awak media meminta klarifikasi atas munculnya isu bahwa PT. SAGM tersebut tidak mengantongi izin HGU. Pernyataan tersebut dikatakan oleh wakil ketua II DPRD Inhil, Edi Gunawan.
"Memang benar (tidak memiliki HGU,) tapi kami memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP), dasar membuat HGU adalah IUP. Jadi kami membuat kebun itu adalah berdasarkan IUP. IUP yang ada ini sekitar 5.000 an hektar lah," katanya.
Ia mengatakan darimana dasar HGU jika tidak ada IUP. "Kami juga tetap bayar pajak kok," paparnya.
Sementara salah satu petani di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, meminta agar Darma Patria tidak di undang kembali saat hearing penyelesaian masalah dengan pihak perusahaan.
"Dia ini sering kali di undang musyawarah di desa, tapi tidak bisa menyelesaikan masalah, janji dan bahasanya hanya nanti disampaikan ke pihak management perusahaan, itu saja, tidak ada kelanjutannya. Saya minta Darma tidak usah di undang lagi lah, karena tidak bisa mengambil keputusan," kata warga Kuala Sebatu tersebut.
Darma mengungkapkan undangan hearing dari DPRD Inhil telah disampaikan, namun dirinya lah yang diminta untuk hadir.
"Undangan hearing ini sudah saya sampaikan ke pihak management, jadi saya ditunjuk dan ditugaskan untuk menghadiri hearing di DPRD Inhil ini, tapi selesai kan. Hasilnya DPRD bersama pemda tadi sudah jelas, akan membentuk tim investigasi di lapangan, ya tunggu saja hasilnya," ungkap Darma.
Disinggung kewajiban perusahaan mengalokasikan 20 persen dari luas lahan yang dimiliki untuk kebun masyarakat, Darma menyebutkan telah diberikan kepada pihak koperasi Sawita.
"Sawita, lebih dari 20 persen (lahan diberikan pihak perusahaan,) 2022 ini sudah kami berikan," katanya.
Mengenai siapa "oknum" yang menerima alokasi 20 persen lahan tersebut, Darma enggan memberikan komentar lebih rinci.
"Saya no komen untuk itu. Pembahasannya tentang banjir aja loh ya," tutur Darma, sembari menyatakan Ia akan pulang ke Pekanbaru dan waktu kesempatan wawancara tinggal sedikit lagi.
Darma juga mengakui PT. SAGM tidak memiliki Kanal Gajah untuk pembuangan debit kelebihan air di lahan mereka.
"Kami tidak punya kanal sendiri, jadi tetap level air yang kami pertahankan (60-80 centimeter) untuk menjaga kebutuhan untuk air perkebunan," paparnya.
Mengenai penutupan tanggul perusahaan ke lahan masyarakat, hingga tim investigasi diturunkan ke lokasi, Darma mengatakan akan menyampaikan ke pihak Management perusahaan.
"Hasil hearing hari ini saya menyampaikan wakil untuk menyampaikan ke management dan apa arahan dari management," tukasnya.
Berita Terkait :
- Berkat BKK, Desa Mandiri Meningkat, Desa Tertinggal Berkurang0
- Safari Subuh, Gubri Silaturrahmi Bersama Masyarakat di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan0
- Polisi Inhil Ringkus Warga Jambi Pencuri Uang Perusahaan0
- Bupati Wardan Janjikan Umroh Bagi Qori Qoriah Berprestasi di MTQ0
- Tuai Kritikan Jalan Sakaratul Maut Di Desa Igal Akan ditinjau Kadis PUTR Inhil0
_Black11.png)









