- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
Depak Mukesh Ambani, Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya Asia
.jpg)
Jakarta, VokalOnline.Com - Gautam Adani kembali menjadi orang terkaya Asia versi Bloomberg Billionaires Index, Jumat (5/1) usai sempat lengser ke rangking kedua.
Berdasarkan laporan CNBC.com, Pendiri Adani Gruop itu kembali ke posisi puncak setelah mendepak Chairman Reliance Industries Mukesh Ambani, yang juga warga India.
Kekayaan Adani tembus US$97,6 miliar atau Rp1.516 triliun (kurs Rp15.538 per dolar AS). Sementara rivalnya, Ambani, berharta US$97 miliar atau setara Rp1.507 triliun.
Sebelumnya, Ambani berada di peringkat satu setelah laporan Hindenburg Research menuduh Grup Adani melakukan manipulasi saham dan penipuan akuntansi selama beberapa dekade.
Laporan tersebut mengikis kepercayaan investor dan menghapus miliaran nilai pasar perusahaan-perusahaan di bawah naungan Adani Group.
Februari 2023, Adani terdepak dari posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Asia usai harga saham dari beberapa perusahaannya anjlok hingga US$74 miliar atau setara Rp1.110 triliun.
Adani kehilangan kekayaan dalam jumlah besar imbas laporan Hindenburg Research yang menuduh perusahaan melakukan penipuan short seller.
Meskipun Adani telah membantah dan mengatakan tuduhan tersebut tak berdasar, namun respons regulator Australia yang mengatakan akan meninjau hasil laporan tersebut memberikan sentimen negatif.
Kala itu, gara-gara sahamnya anjlok, posisi Adani sebagai orang terkaya ketiga dunia versi Forbes, lantas merosot ke peringkat 10.
Kini, bisnisnya mulai pulih. Grup Adani memiliki 10 perusahaan publik, termasuk Adani Port, yang menguat 2,8 persen pada sesi perdagangan hari ini di Asia.
Saham perusahaan-perusahaan tersebut perlahan-lahan naik lebih tinggi sejak bencana Hindenburg.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









