- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
- Pemkab Siak Siapkan Solusi bagi Calon Siswa yang Terkendala Dokumen Kependudukan
- Pemkab Siak Gandeng Indomaret, Produk UMKM Kini Tembus Pasar Ritel Modern
- Jalan Sungai Rawa Terus Makan Korban, Masyarakat Desak PT Ekasapta Paramita Energi Bertanggung Jawab
Depak Mukesh Ambani, Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya Asia
.jpg)
Jakarta, VokalOnline.Com - Gautam Adani kembali menjadi orang terkaya Asia versi Bloomberg Billionaires Index, Jumat (5/1) usai sempat lengser ke rangking kedua.
Berdasarkan laporan CNBC.com, Pendiri Adani Gruop itu kembali ke posisi puncak setelah mendepak Chairman Reliance Industries Mukesh Ambani, yang juga warga India.
Kekayaan Adani tembus US$97,6 miliar atau Rp1.516 triliun (kurs Rp15.538 per dolar AS). Sementara rivalnya, Ambani, berharta US$97 miliar atau setara Rp1.507 triliun.
Sebelumnya, Ambani berada di peringkat satu setelah laporan Hindenburg Research menuduh Grup Adani melakukan manipulasi saham dan penipuan akuntansi selama beberapa dekade.
Laporan tersebut mengikis kepercayaan investor dan menghapus miliaran nilai pasar perusahaan-perusahaan di bawah naungan Adani Group.
Februari 2023, Adani terdepak dari posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Asia usai harga saham dari beberapa perusahaannya anjlok hingga US$74 miliar atau setara Rp1.110 triliun.
Adani kehilangan kekayaan dalam jumlah besar imbas laporan Hindenburg Research yang menuduh perusahaan melakukan penipuan short seller.
Meskipun Adani telah membantah dan mengatakan tuduhan tersebut tak berdasar, namun respons regulator Australia yang mengatakan akan meninjau hasil laporan tersebut memberikan sentimen negatif.
Kala itu, gara-gara sahamnya anjlok, posisi Adani sebagai orang terkaya ketiga dunia versi Forbes, lantas merosot ke peringkat 10.
Kini, bisnisnya mulai pulih. Grup Adani memiliki 10 perusahaan publik, termasuk Adani Port, yang menguat 2,8 persen pada sesi perdagangan hari ini di Asia.
Saham perusahaan-perusahaan tersebut perlahan-lahan naik lebih tinggi sejak bencana Hindenburg.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









