- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Diduga Depresi, Seorang Pemuda Desa Limau Manis Nekat Gantung Diri

KAMPAR (VOKALONLINE.COM)- Seorang Pemuda Bernama Rahmat Zaki (28), ditemukan sudah tidak beryawa dan dalam keadaan gantung diri di rumahnya di Dusun I Kabun, Desa Limau Manis Kecamatan Kampar, Selasa (27/4/2021) malam.
Peristiwa ini sekira pukul 18.45 Wib, saat itu saksi Nursiah (ibu korban) baru saja berbuka puasa dan tidak menemukan anaknya Rahmat Zaki, selanjutnya Nursiah berusaha mencari anaknya itu ke kamarnya.
Saat itu, didapati pintu kamar anaknya itu dalam keadaan terkunci dari dalam, saat intip dari celah pintu terlihat korban tengah berusaha gantung diri.
Sang ibu mengaku terkejut dan langsung berlari keluar rumah mencari pertolongan kepada tetangganya, beberapa saat kemudian saksi bersama warga mendobrak pintu kamar korban dan mendapati korban dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali nilon dan sudah tidak bernyawa lagi.
Warga kemudian menurunkan korban dari tali yang menjerat lehernya, lalu salah satu warga memberitahukan hal ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Limau Manis Brigadir Rizki Suhendro SH.
Tidak berapa lama Bhabinkamtibmas Desa Limau Manis bersama Anggota Unit Reskrim Polsek Kampar tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara), mereka kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan mendata serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian ini.
Dari hasil pengecekan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi karena sangat meyakini kematian korban adalah akibat gantung diri.
Kapolsek Kampar AKP Marupa Sibarani SH, MH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Disampaikan Kapolsek bahwa dari hasil penyelidikan diketahui bahwa korban mengalami depresi sejak beberapa bulan lalu setelah kematian ayahnya.
"Menurut pihak keluarga, bahwa korban pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru untuk konsultasi dan berobat jalan, hingga akhirnya korban mengakhiri hidupnya," ujar Kapolsek Kampar.(hasbi)***
Berita Terkait :
- Sederhananya Bupati Kampar dan Keluarga0
- KPU Kampar Dikunjungi Kandidat Dewan Keagamaan Sahabat Polisi DPW Riau0
- Bupati H Catur Sugeng Sampaikan Rasa Cintanya Pada Rakyat 0
- Bupati Deklarasikan Larangan Mudik Bagi Masyarakat Kampar0
- Bersama Bupati, OPD Kampar Belajar Wisata Religi ke Demak0
_Black11.png)









