- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Diduga Depresi, Seorang Pemuda Desa Limau Manis Nekat Gantung Diri

KAMPAR (VOKALONLINE.COM)- Seorang Pemuda Bernama Rahmat Zaki (28), ditemukan sudah tidak beryawa dan dalam keadaan gantung diri di rumahnya di Dusun I Kabun, Desa Limau Manis Kecamatan Kampar, Selasa (27/4/2021) malam.
Peristiwa ini sekira pukul 18.45 Wib, saat itu saksi Nursiah (ibu korban) baru saja berbuka puasa dan tidak menemukan anaknya Rahmat Zaki, selanjutnya Nursiah berusaha mencari anaknya itu ke kamarnya.
Saat itu, didapati pintu kamar anaknya itu dalam keadaan terkunci dari dalam, saat intip dari celah pintu terlihat korban tengah berusaha gantung diri.
Sang ibu mengaku terkejut dan langsung berlari keluar rumah mencari pertolongan kepada tetangganya, beberapa saat kemudian saksi bersama warga mendobrak pintu kamar korban dan mendapati korban dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali nilon dan sudah tidak bernyawa lagi.
Warga kemudian menurunkan korban dari tali yang menjerat lehernya, lalu salah satu warga memberitahukan hal ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Limau Manis Brigadir Rizki Suhendro SH.
Tidak berapa lama Bhabinkamtibmas Desa Limau Manis bersama Anggota Unit Reskrim Polsek Kampar tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara), mereka kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan mendata serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian ini.
Dari hasil pengecekan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi karena sangat meyakini kematian korban adalah akibat gantung diri.
Kapolsek Kampar AKP Marupa Sibarani SH, MH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Disampaikan Kapolsek bahwa dari hasil penyelidikan diketahui bahwa korban mengalami depresi sejak beberapa bulan lalu setelah kematian ayahnya.
"Menurut pihak keluarga, bahwa korban pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru untuk konsultasi dan berobat jalan, hingga akhirnya korban mengakhiri hidupnya," ujar Kapolsek Kampar.(hasbi)***
Berita Terkait :
- Sederhananya Bupati Kampar dan Keluarga0
- KPU Kampar Dikunjungi Kandidat Dewan Keagamaan Sahabat Polisi DPW Riau0
- Bupati H Catur Sugeng Sampaikan Rasa Cintanya Pada Rakyat 0
- Bupati Deklarasikan Larangan Mudik Bagi Masyarakat Kampar0
- Bersama Bupati, OPD Kampar Belajar Wisata Religi ke Demak0
_Black11.png)








