- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
Diskusi dengan Generasi Milenial, Kapitra: Ini Waktunya untuk Mendengar

Kampar, VokalOnline.Com - Generasi milenial atau Gen Z Kabupaten Kampar, Jumat (28/7/2023) malam menggelar diskusi dengan Caleg DPR-RI Dapil Riau 2, Dr M Kapitra Ampera SH., MH, di Cafe Laterra Bangkinang Kota.
Dalam diskusi ini berkembang pertanyaan dari anak muda yang mengaku sudah mengenal Kapitra Ampera dari pemberitaan dan acara televisi serta cukup tenar. Tetapi mengapa Kapitra ingin maju sebagai Caleg DPR-RI, apa yang menjadi visi misinya dan apa yang akan dilakukan jika terpilih menjadi anggota parlemen.
Menjawab pertanyaan tersebut Kapitra Ampera mengatakan, saat ini adalah waktunya untuk mendengar apa yang diinginkan rakyat, bukan menyampaikan visi dan misi yang didalamnya belum tentu ada keinginan masyarakat.
"Rakyat pemilik Republik ini dan rakyat pula yang melahirkan pemimpin. Jangan mau dibodohi dengan visi misi, sampaikan apa yang diinginkan," kata Kapitra.
Menurut Kapitra, sejak bertahun-tahun persoalan yang disampaikan masyarakat itu nyaris sama, soal kemiskinan, soal pengangguran, infrastruktur buruk hingga pengangguran. Lalu kemana para pemangku kekuasaan yang seharusnya memperjuangkan rakyat.
"Kemana perginya para pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat itu?" kata Kapitra.
Menurut Kapitra hal ini terjadi karena selama ini masyarakat disodori visi dan misi calon pemimpinnya, bukan calon pemimpin yang mendengar apa yang diinginkan masyarakat, sehingga saat duduk para pemimpin tidak mengerti apa kebutuhan rakyat.
Melihat kondisi tersebut, khususnya di Kabupaten Kampar kata Kapitra, dirinya punya keterpanggilan untuk duduk di Parlemen agar bisa menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Agar bisa lebih memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Menurut Kapitra, di negeri yang kaya raya ini, di Riau yang kaya minyak dan sawit tetapi infrastrukturnya buruk, kemiskinan dan pengangguran tinggi, itu karena tidak ada yang menjembatani ke pusat kekuasaan agar kekayaan Riau tersebut dikembalikan untuk kesejahteraaan masyarakat Riau.
Selama ini kata Kapitra, masyarakat Riau sukses memilih wakilnya untuk duduk di parlemen, tapi tidak sukses mendudukan wakil yang menjadi jembatan aspirasi mereka. Padahal Kekuasaan DPRRI itu besar, untuk bisa membela kepentingan rakyat yang diwakilinya.
"Meski telah berjuang untuk masyarakat Riau, contohnya mengembalikan tanah ulayat masyarakat, tapi Saya tidak punya lembaga untuk memperbaiki sistim, sehingga perjuangan itu tidak maksimal. Dengan duduk di DPRRI, perjuangan itu lebih jelas dan lebih luas, karena DPRRI itu punya kekuatan besar," kata Kapitra.**/ril
Berita Terkait :
- Syahrul Aidi Kunjungi Sekolah Penerima Bantuan Dana Pusat, Salah Satunya Sekolah Parah ini0
- Syamsuar: Golkar Baik-baik Saja, Tak Ada Alasan Gelar Munaslub0
- Film Berjudul "Sangkak" Karya Anak Meranti Raih Juara 3 Dalam Festival Film Melayu Riau 20230
- Polsek Pasir Penyu Cokok Pria Paruh Baya Atas Kasus Narkoba 0
- BPJS Kesehatan Putuskan Kerjasama Dengan RS Cahaya Ujung Tanjung, Ada Apa Ya0
_Black11.png)









