- MASKER PRAGI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
- Di Forum Seskoau, Bupati Afni Soroti Peran Strategis Siak bagi Ketahanan Energi Nasional
- Pangdam XIX Tuanku Tambusai Beri Semangat Keluarga Prajurit Lewat Anjangsana HUT Ke-1
- Hormati Jasa Pejuang, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Santuni Veteran pada HUT Ke-1 Kodam
- Tebar Kepedulian, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Santuni Anak Panti pada HUT Ke-1 Kodam
- Prajurit Bukan Hanya Penjaga Negara, Tetapi Juga Benteng Keluarga dari Ancaman Narkoba
- Teguh Santosa Perjelas Pernyataan Prabowo Soal ‘Londo Ireng’
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polres Inhil Bersama Forkopimda Tanam Bibit Mangrove
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perketat Kesiapan Latihan Operasi dan Satgas Pamtas RI–PNG
- RAPP Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Meranti, Dukung Gerakan Nasional Hari Mangrove Sedunia 2026
Erick Thohir Resmikan Jembatan Yang Menghubungkan Dua Desa di Banten

Jakarta, VokalOnline.Com - Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan Jembatan Kimarpu di Pagedangan Udik, Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (20/8/2022) pagi. Adapun kegiatan peresmian jembatan dihelat beberapa BUMN, Jamkrindo turut serta merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN.
Jembatan Kimarpu menghubungkan Desa Pasilian dan Desa Pagedangan Udik yang berada di Provinsi Banten, Jawa Barat dan terbentang sepanjang 37 meter dengan lebar 1,5 meter di atas sungai Bentengan. Jembatan itu kini menjadi akses utama bagi kedua desa dan melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar terutama bagi Desa Pagedangan Udik yang suplai air minumnya tergantung dari desa tetangga.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kegiatan di Banten itu merupakan wujud kepedulian BUMN atas masalah pendidikan dan pembinaan UMKM.
“Untuk mendukung kelancaran kegiatan UMKM dan pendidikan, tentu juga harus melihat infrastrukturnya. Jembatan ini dulu terbuat dari bambu, dan sangat rapuh. Membahayakan warga,” ujar Erick dalam keterangan resmi, Senin (22/8/2022).
Menurutnya banyak kaum ibu di sekitar wilayah tersebut berdagang lintas desa. Demikian juga dengan anak-anak yang pergi sekolah dan mengaji, terkadang pulangnya malam, dan jika hujan mereka harus melewati jembatan bambu yang rapuh.
“Di bawah ada sungai yang juga deras airnya jika hujan. Jadi jembatan ini adalah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk melancarkan kegiatan pendidikan dan ekonomi warga,” kata Erick.
Jembatan Ki Marpu, kata Erick, adalah satu dari empat jembatan yang akan dibangun lewat kegiatan TJSL BUMN di daerah Banten. “Semoga pembangunan jembatan ini bisa membantu, bermanfaat dan jadi penghubung kebaikan antar desa,” kata Erick.
Kegiatan peresmian dihadiri oleh beberapa perusahaan BUMN yang terlibat dalam kolaborasi mewujudkan bantuan jembatan antara lain Jamkrindo, Bank Mandiri, Pegadaian, BTN, BNI, Perhutani, Hutama Karya, Pupuk Indonesia, Taspen, Wika, Angkasa Pura II, Perumnas, Waskita, Brantas Abipraya, Jasamarga, Airnav Indonesia, IFG, Nindya Karya dan Indra Karya serta koordinator adalah PT ADHI dan PT PP.
Junena, 32 tahun, seorang ibu warga Pagedangan Udik mengatakan jembatan komposit itu sangat membantu masyarakat di dua desa, terutama untuk melancarkan kegiatan ekonomi warga.
“Kami bisa menjual hasil kerja suami sebagai nelayan, ke desa sekitar,” kata dia. Sementara warga lain, Selamet, mengatakan tidak cemas lagi jika anaknya berangkat mengaji pada malam hari. “Saya tidak kuatir lagi dia akan terjatuh ke sungai,” ujar warga Desa Pasilian itu. **Fira
Berita Terkait :
- KOKESRA Terbentuk, Tiada Pilihan Bagi Umat Islam Kecuali Ekonomi Syariah0
- Danramil 05 Kampar Kiri, Peringati Hut RI di Kampung Pancasila Sungai Potai Bersama Masyarakat 0
- Presiden Jokowi Sampaikan Lima Agenda Besar0
- Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Jadi Tersangka0
- Polemik Bank Nagari Konversi ke Syariah, 5 Poin Kritik Pedas Terhadap 9 Kepala Daerah 0
_Black11.png)









