- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Presiden Jokowi Sampaikan Lima Agenda Besar

VokalOnline.Com - Dalam pidatonya pada sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI dalam rangka HUT ke – 77 proklamasi kemerdekaan RI tahun 2022, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebut terdapat lima agenda besar bangsa yang tidak boleh terhenti.
Pertama, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Salah satunya ialah hilirisasi Nikel yang meningkatkan ekspor besi baja sebanyak 18 kali lipat. Dimana pada 2014 hanya Rp. 16 triliun, dan meningkat menjadi Rp. 306 triliun pada tahun 2022
“diakhir 2022 ini kita harapkan bisa mencapai Rp.440 trilun. Sekarang ini Indonesia telah menjadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium global. Produsen mobil listrik dari Asia, Eropa dan Amerika ikut berinvestasi di Indonesia,” jelas Presiden. Selasa (16/8/2022).
Kedua, perlunya penigkatan optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau.Salah satu caranya yaitu dengan persemaian dan rehabilitasi hutan tropis, hutan mangrove dan rehabilitasi habitat laut, guna menyerap karbon.
“Saya optimis kita akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif diperdagangan Internasional. Upaya tersebut bisa langsung disinergikan dengan program peningkatan produksi pangan dan energi bio,” ujarnya
Selanjutnya, memperkuat perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi rakyat. Perlu adanya jaminan mengenai pemenuha hak sipil, praktik demokrasi, hak politik perempuan dan kelompok marjinal
Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dengan adil tanpa pandang bulu. Rasa aman dan keadilan perlu dijamin oleh Negara, khususnya apparat penegak hukum dan Lembaga peradilan.
“Demikian juga dengan pemberantasan korupsi juga harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.
Keempat, mendukung UMKM agar segera naik kelas. SEbagai informasi, sebanyak 19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital dan pada tahun 2024 pemerintah menargetkan 30 juta UMKM akan masuk dalam ekosistem digital ini
“Penayangan produk UMKM di e-katalog pemerintah diharapkan akan menyerap produk UMKM,” kata Presiden.
Terakhir, pembangunan Ibu Kota Nusantara perlu dijaga keberlanjutannya.
Untuk mewujudkan agenda ini, tentu harus ditopang oleh SDM yang unggul. Untuk itu, dibidang kesehatan, permaslahan stunting harus cepat diatasi. Layanan promotive, preventif dan pengobatan harus semakin kuat dan merata
“Akses anak usia didik terhadap layanan Pendidikan yang berkualitas harus terus diprioritaskan,” tuturnya.
Untuk itu, Presiden menekankan agenda diatas tidak boleh berhenti. Ia menagjak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu dalam mendukung agenda ini guna mencapai Indonesia maju.
“Dengan komitmen dan kerja keras. Dengan inovasi dan kreativitas. Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa senantiasa mempermudah upaya kita dalam meraih Indonesia maju yang kita cita – citakan,” tutup Jokowi. (***)
Berita Terkait :
- Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Jadi Tersangka0
- Polemik Bank Nagari Konversi ke Syariah, 5 Poin Kritik Pedas Terhadap 9 Kepala Daerah 0
- H Asra Faber Kritik 9 Bupati Di Sumbar Tidak Setuju Bank Nagari Konversi Bank Syariah0
- LAMR Diminta Mengevaluasi Pantun Warisan Dunia0
- FPKB Akan Perjuangkan Reformulasi RKUHP Dari Dewan Pers0
_Black11.png)









