- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
FPII Kuansing Minta Polisi Tangkap Pemodal dan Penadah emas Ilegal

Kuansing, VokalOnline.Com -Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah (Korwil) Kuantan Singingi (Kuansing) meminta Polisi Resort Kuansing menutup aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beraktivitas, karena FPII nilai rusak lingkungan semakin parah di Kabupaten Kuansing dan FPII minta Polisi tangkap pemodal dan penadah emas tersebut. "Jangan hanya pekerjanya saja ditangkap" ucap Noverman(11/9/2022) di Teluk Kuantan.
"Kami minta penambangan emas Ilegal di hampir semua kecamatan di Kuansing ditutup, karena selain merusak lingkungan, kegiatan penambangan itu juga Ilegal," kata Ketua FPII, Noverman di Teluk Kuantan, Ahad, 11 September 2022.
"Kita mendukung langkah FPII itu. Kalau perlu dilakukan penutupan secara paksa, karena kegiatan tersebut jelas melanggar undang-undang dan merusak lingkungan," tegas Noverman Melayu yang juga anggota FPII Korwil Kuantan Singingi.
Dari pantauan lapangan, kata dia, sebagian besar penambang ilegal itu merupakan pendatang, warga dari Kabupaten Kuansing hanya beberapa orang saja.
Namun, ia juga mengharapkan agar dinas/instansi terkait melakukan upaya persuasif dan meminta agar para penambang menghentikan kegiatannya secara baik-baik.
Ketua FPII Kuansing Norman mengatakan, penambangan ilegal emas di Kabupaten Kuansing harus segera ditertibkan, jangan sampai permasalahan semakin meluas. "Kepolisian jangan tangkap pekerjanya saja, pemodal dan penadah emas itu juga ditangkap hendaknya," kata Rusman Antagana sambil menghempaskan botol plastik dikediamannya.
"Kami minta Kepolisian Resort Kuansing untuk segera menutup paksa penambangan Emas Tanpa Izin itu, jangan sampai dibiarkan begitu saja dan menunggu hal yang tidak diinginkan," katanya saat mengambil kembali botol plastik tadi
Anggota FPII, Noverman menjelaskan, dampak lingkungan yang disebabkan kegiatan penambangan ilegal tersebut sudah sangat memprihatinkan.
"Kerusakan lingkungan sudah parah, kalau tetap dibiarkan akan semakin parah, jadi harus segera diambil tindakan tegas,"kata Noverman Melayu yang disebut-sebut bergelar Rajo Bujang itu.
Pekan lalu, hingga hari ini, 3 orang pelaku telah diamankan oleh Polisi Resort Kuansing melalui Satreskrim Polres Kuansing.** (Ruman)
Berita Terkait :
- Jajaran Polres Kuansing Kembali Bagikan Bansos, Sebanyak 610 paket Sembako0
- DPC Partai Dekmokrat kabupaten Kuantan Sengingi Merayakan Ulang Tahun Yang Ke-210
- Polisi Tertibkan PETI di desa Sumber Datar Singingi.0
- HMI MPO Cabang Kuansing Minta DPRD Tidak Diam terkait Polemik Pacu Jalur Nasional 20220
- HMI MPO Cabang Kuansing Minta DPRD Tidak Diam terkait Polemik Pacu Jalur Nasional 20220
_Black11.png)









