- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
Google Blokir Game Battle Royale Krafton Di India

Jakarta, VokalOnline.Com - Google pada Kamis (28/7) memblokir akses ke game milik Krafton yang bergenre battle royale. Akibatnya, saham pengembang game Korea Selatan itu merosot lebih dari 9 persen pada Jumat.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters pada Jumat, Google mengatakan Pemerintah India emerintahkan agar game Battlegrounds Mobile India (BGMI) diblokir dan memaksa mereka menghapus aplikasinya dari Play Store. Saat ini, game tersebut telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna di India.
"Setelah menerima permintaan, mengikuti proses yang ditetapkan, kami telah memberi tahu pengembang dan telah memblokir akses ke aplikasi," kata juru bicara Google.
Selain di Play Store, BGMI juga tidak tersedia di App Store India. Hingga saat ini, alasan pemblokiran masih belum jelas.
Sementara itu di Seoul, juru bicara Krafton mengatakan pengembang sedang berbicara dengan otoritas dan perusahaan terkait untuk mengetahui situasi pasti mengenai penangguhan di dua toko aplikasi itu di India.
Sedangkan perwakilan Apple India dan Kementerian TI India tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Sebelumnya pada 2020, India juga telah melarang game Krafton lainnya, yakni PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG).
India berasalan tentang risiko keamanan ketika melarang PUBG. Namun secara luas, hal itu dilihat sebagai dampak dari memburuknya bisnis dengan China. Saat itu, Tencent China memegang hak penerbitan untuk PUBG di India. Tindakan itu merupakan bagian dari larangan New Delhi terhadap lebih dari 100 aplikasi seluler asal China. **Fira
Berita Terkait :
- Twitter Khawatir Elon Musk Tunda Sidang Oktober0
- Fujufilm Luncurkan Instax Mini Link 20
- Noice Hadirkan Kelas Podcast Untuk Kreator Lokal Dalami Konten Audio0
- Indonesia Dorong Negara G20 Perkuat Kesepahaman Tata Kelola Data0
- Grab, Emtek, Bukalapak Percepat Digitalisasi UMKM Di 3 Kota0
_Black11.png)








