- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
Twitter Khawatir Elon Musk Tunda Sidang Oktober

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Twitter menyetujui permintaan Elon Musk untuk jadwal sidang soal pembatalan pembelian perusahaan pada Oktober dan mengharapkan sidang cepat selesai.
Twitter, dikutip dari Reuters, Kamis, menginginkan sidang itu selesai dalam lima hari. Musk mengatakan dia butuh waktu untuk menyelesaikan penyelidikan menyeluruh soal, menurut dia, kesalahan Twitter dalam jumlah akun palsu.
Perihal akun palsu ini menjadi alasan utama Musk mundur dari rencana membeli Twitter senilai 44 miliar dolar Amerika Serikat. Menurut dia, ini melanggar kesepakatan bisnis.
Musk semula menginginkan jadwal sidang pada Februari tahun depan, namun, hakim mengatakan sidang berlangsung dalam tiga bulan ke depan. Dia akhirnya memilih 17 Oktober.
Twitter menyatakan soal akun palsu adalah pengalihan isu, mereka mendukung sidang segera dilakukan supaya Musk tetap pada kesepakatan pembelian perusahaan. Penundaan ini, kata Twitter, merugikan perusahaan.
Dalam berkas pengadilan, Twitter menyatakan Musk tidak memberikan komitmen sidang selesai dalam lima hari, seperti yang diperintahkan hakim pengadilan Delaware, Kathleen McCormick.
"Twitter menginginkan komitmen tersebut karena ia yakin tujuan Musk adalah menunda sidang, supaya perintah ekspedisi pengadilan tidak bisa dilakukan dan dengan demikian, menghindari keputusan atas kewajiban kontraktualnya," kata Twitter.
Pengacara Musk tidak memberikan komentar atas isu ini.
Twitter membantah klaim Musk bahwa perusahaan bekerja lambat dalam menjawab permintaan dokumen. Twitter mengatakan bahwa Elon Musk yang memperlambat pekerjaan karena tidak mau menanggapi protes perusahaan. **Fira
Berita Terkait :
- Fujufilm Luncurkan Instax Mini Link 20
- Noice Hadirkan Kelas Podcast Untuk Kreator Lokal Dalami Konten Audio0
- Indonesia Dorong Negara G20 Perkuat Kesepahaman Tata Kelola Data0
- Grab, Emtek, Bukalapak Percepat Digitalisasi UMKM Di 3 Kota0
- Pentingnya Amankan Data Pribadi Dan Jejak Digital Di Dunia Maya0
_Black11.png)








