- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
Gubernur Riau Minta Semua Pihak Lakukan Pengendalian Inflasi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan sejumlah kepala daerah di Indonesia untuk melakukan pengendalian terhadap inflasi.
"Ini (Inflasi) menjadi momok semua negara. Daerah yang inflasinya tinggi harus waspada dan bekerja sama dengan TPID untuk melakukan pengendalian inflasi di wilayahnya," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2022, di Kantor Bank Indonesia, Kamis (18/8/2022).
Jokowi mengungkapkan, bahwa inflasi di Indonesia pada Juli 2022 cukup tinggi yakni mancapai 4,94 persen, namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Yakni, Korsel 6,3 persen, Singapura 6,7 persen, India 6,7 persen, Thailand 7,7 persen, Amerika Serikat 8,5 persen, Uni Eropa 8,9 persen dan Turki 97,6 persen.
Sedangkan, lima provinsi tertinggi inflasi di Indonesia, kelimanya berasal dari Pulau Sumatera, yakni Provinsi Jambi 8,22 persen, Sumatera Barat (Sumbar) 8,01 persen, Bangka Belitung (Babel) 7,77 persen, Riau 7,04 persen, dan Aceh 6,697 persen.
"Dunia berada di keadaan yang tidak normal, sehingga harus bekerja makro,mikro dan detail, angkanya harus tahu, provinsi harus tahu, angka inflasinya berapa, diposisi berapa. Jambi ini hati-hati di atas 8 persen angka inflasinya, Sumbar, Babel, Riau, Aceh, tolong dilihat detail ini yang menyebabkan inflasi tinggi apa," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bekerja keras untuk mengendalikan inflasi.
"Inilah yang menjadi PR kita, tadi sudah disampaikan langsung beliau (Presiden, red), disampaikan Riau (lima provinsi inflasi tertinggi di Indonesia red). Ini harus menjadi kerja keras kita bersama, agar inflasi Riau ini bisa kita kendalikan dengan baik," kata Gubri di Gedung Daerah Provinsi Riau. (***)
Berita Terkait :
- Meriah Gubri dan Wagubri Ramaikan Kenduri Rakyat Hari Jadi ke-65 Riau0
- Pekerja Wanita Di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau0
- Jaksa Agung Lantik Dr Supardi Sebagai Kejati Riau yang Baru0
- Kapolda IrjenPol Muhamad, Igbal, SIK MH,hadiri pembukaan Pacu jalur Tradisional0
- Lurah Air Molek 1 Gelar Work Shop Pembinaan Umat0
_Black11.png)









