- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Gubernur Riau Minta Semua Pihak Lakukan Pengendalian Inflasi

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan sejumlah kepala daerah di Indonesia untuk melakukan pengendalian terhadap inflasi.
"Ini (Inflasi) menjadi momok semua negara. Daerah yang inflasinya tinggi harus waspada dan bekerja sama dengan TPID untuk melakukan pengendalian inflasi di wilayahnya," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2022, di Kantor Bank Indonesia, Kamis (18/8/2022).
Jokowi mengungkapkan, bahwa inflasi di Indonesia pada Juli 2022 cukup tinggi yakni mancapai 4,94 persen, namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Yakni, Korsel 6,3 persen, Singapura 6,7 persen, India 6,7 persen, Thailand 7,7 persen, Amerika Serikat 8,5 persen, Uni Eropa 8,9 persen dan Turki 97,6 persen.
Sedangkan, lima provinsi tertinggi inflasi di Indonesia, kelimanya berasal dari Pulau Sumatera, yakni Provinsi Jambi 8,22 persen, Sumatera Barat (Sumbar) 8,01 persen, Bangka Belitung (Babel) 7,77 persen, Riau 7,04 persen, dan Aceh 6,697 persen.
"Dunia berada di keadaan yang tidak normal, sehingga harus bekerja makro,mikro dan detail, angkanya harus tahu, provinsi harus tahu, angka inflasinya berapa, diposisi berapa. Jambi ini hati-hati di atas 8 persen angka inflasinya, Sumbar, Babel, Riau, Aceh, tolong dilihat detail ini yang menyebabkan inflasi tinggi apa," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bekerja keras untuk mengendalikan inflasi.
"Inilah yang menjadi PR kita, tadi sudah disampaikan langsung beliau (Presiden, red), disampaikan Riau (lima provinsi inflasi tertinggi di Indonesia red). Ini harus menjadi kerja keras kita bersama, agar inflasi Riau ini bisa kita kendalikan dengan baik," kata Gubri di Gedung Daerah Provinsi Riau. (***)
Berita Terkait :
- Meriah Gubri dan Wagubri Ramaikan Kenduri Rakyat Hari Jadi ke-65 Riau0
- Pekerja Wanita Di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau0
- Jaksa Agung Lantik Dr Supardi Sebagai Kejati Riau yang Baru0
- Kapolda IrjenPol Muhamad, Igbal, SIK MH,hadiri pembukaan Pacu jalur Tradisional0
- Lurah Air Molek 1 Gelar Work Shop Pembinaan Umat0
_Black11.png)









