- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Gusti Hadiwinoto, Adik Sultan HB X Meninggal Dunia

Gusti Hadiwinoto/SINDOnews
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Adik kandung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto dikabarkan meninggal dunia, Rabu (31/3).
Kabar tersebut disampaikan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Ia menerima informasi bahwa almarhum meninggal sekitar pukul 08.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Sleman.
"Saya dapat kabar dari Gusti Mangku (GKR Mangkubumi) tadi, bahwa Gusti Hadi (KGPH Hadiwinoto) meninggal," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu.
Dia belum mengetahui penyebab meninggal dan rencana pemulasaraan jenazah almarhum. Menurut Aji, jenazah Gusti Hadi saat ini masih berada di ruang ICU RSUP Dr. Sardjito.
"Ini saya baru mau ke sana (rumah sakit)," sambung dia.
Kabar meninggalnya Gusti Hadi sendiri cukup mengejutkan bagi Aji. Pasalnya, tiga hari lalu keduanya masih bertemu di ruang Sekda DIY.
"Masih rapat sama beliau soal pertanahan," kata Aji.
Mendiang sebelum wafat menjabat sebagai Penghageng Tepas Panitikismo Keraton Yogyakarta. Almarhum merupakan kepala departemen di Keraton Yogyakarta mengurusi tanah kasultanan.
"Beliau waktu itu masih dangan, belum kelihatan gerah. Masih banyak informasi yang disampaikan beliau. Beliau ini kalau tanah-tanah kasultanan paling menguasai," bebernya.
"Gusti hadi itu piyantunnya sangat gentle, rendah hati, sangat dekat dengan kami. Lalu penguasaan di bidang beliau sangat mumpuni sehingga menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan khususnya tanah kasultanan. Tentu kami merasa sangat kehilangan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Banu Hermawan menyebut almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.15 WIB. Sepenuturannya, Gusti Hadi dirawat di rumah sakit sejak Senin (30/3) kemarin lantaran menderita penyakit jantung.
"Tapi nanti statement lebih lengkap menyusul," tutupnya.
KGPH Hadiwinoto lahir di Yogyakarta, 9 Agustus 1948. Ia merupakan putra ke-3 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KRA Widyaningrum.
(kum/gil)
Berita Terkait :
- Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Ditemukan0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)









