- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Gusti Hadiwinoto, Adik Sultan HB X Meninggal Dunia

Gusti Hadiwinoto/SINDOnews
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Adik kandung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto dikabarkan meninggal dunia, Rabu (31/3).
Kabar tersebut disampaikan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Ia menerima informasi bahwa almarhum meninggal sekitar pukul 08.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Sleman.
"Saya dapat kabar dari Gusti Mangku (GKR Mangkubumi) tadi, bahwa Gusti Hadi (KGPH Hadiwinoto) meninggal," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu.
Dia belum mengetahui penyebab meninggal dan rencana pemulasaraan jenazah almarhum. Menurut Aji, jenazah Gusti Hadi saat ini masih berada di ruang ICU RSUP Dr. Sardjito.
"Ini saya baru mau ke sana (rumah sakit)," sambung dia.
Kabar meninggalnya Gusti Hadi sendiri cukup mengejutkan bagi Aji. Pasalnya, tiga hari lalu keduanya masih bertemu di ruang Sekda DIY.
"Masih rapat sama beliau soal pertanahan," kata Aji.
Mendiang sebelum wafat menjabat sebagai Penghageng Tepas Panitikismo Keraton Yogyakarta. Almarhum merupakan kepala departemen di Keraton Yogyakarta mengurusi tanah kasultanan.
"Beliau waktu itu masih dangan, belum kelihatan gerah. Masih banyak informasi yang disampaikan beliau. Beliau ini kalau tanah-tanah kasultanan paling menguasai," bebernya.
"Gusti hadi itu piyantunnya sangat gentle, rendah hati, sangat dekat dengan kami. Lalu penguasaan di bidang beliau sangat mumpuni sehingga menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan khususnya tanah kasultanan. Tentu kami merasa sangat kehilangan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Banu Hermawan menyebut almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.15 WIB. Sepenuturannya, Gusti Hadi dirawat di rumah sakit sejak Senin (30/3) kemarin lantaran menderita penyakit jantung.
"Tapi nanti statement lebih lengkap menyusul," tutupnya.
KGPH Hadiwinoto lahir di Yogyakarta, 9 Agustus 1948. Ia merupakan putra ke-3 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KRA Widyaningrum.
(kum/gil)
Berita Terkait :
- Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Ditemukan0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)








