- 6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
- PETI Kembali Marak di Sungai Bawang F5, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
- Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
- Hendry Munief Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional, Liberika Meranti Jadi Sorotan
- Karmila Sari Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah di Riau
- Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
- Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasinya
- 36 Mahasiswa ITS Meranti Diwisuda, Pemda Ajak Ikut Membangun Daerah
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
- Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka
Gusti Hadiwinoto, Adik Sultan HB X Meninggal Dunia

Gusti Hadiwinoto/SINDOnews
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Adik kandung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto dikabarkan meninggal dunia, Rabu (31/3).
Kabar tersebut disampaikan Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Ia menerima informasi bahwa almarhum meninggal sekitar pukul 08.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Sleman.
"Saya dapat kabar dari Gusti Mangku (GKR Mangkubumi) tadi, bahwa Gusti Hadi (KGPH Hadiwinoto) meninggal," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu.
Dia belum mengetahui penyebab meninggal dan rencana pemulasaraan jenazah almarhum. Menurut Aji, jenazah Gusti Hadi saat ini masih berada di ruang ICU RSUP Dr. Sardjito.
"Ini saya baru mau ke sana (rumah sakit)," sambung dia.
Kabar meninggalnya Gusti Hadi sendiri cukup mengejutkan bagi Aji. Pasalnya, tiga hari lalu keduanya masih bertemu di ruang Sekda DIY.
"Masih rapat sama beliau soal pertanahan," kata Aji.
Mendiang sebelum wafat menjabat sebagai Penghageng Tepas Panitikismo Keraton Yogyakarta. Almarhum merupakan kepala departemen di Keraton Yogyakarta mengurusi tanah kasultanan.
"Beliau waktu itu masih dangan, belum kelihatan gerah. Masih banyak informasi yang disampaikan beliau. Beliau ini kalau tanah-tanah kasultanan paling menguasai," bebernya.
"Gusti hadi itu piyantunnya sangat gentle, rendah hati, sangat dekat dengan kami. Lalu penguasaan di bidang beliau sangat mumpuni sehingga menjadi kamus bagi kami tentang informasi pertanahan khususnya tanah kasultanan. Tentu kami merasa sangat kehilangan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Banu Hermawan menyebut almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.15 WIB. Sepenuturannya, Gusti Hadi dirawat di rumah sakit sejak Senin (30/3) kemarin lantaran menderita penyakit jantung.
"Tapi nanti statement lebih lengkap menyusul," tutupnya.
KGPH Hadiwinoto lahir di Yogyakarta, 9 Agustus 1948. Ia merupakan putra ke-3 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KRA Widyaningrum.
(kum/gil)
Berita Terkait :
- Black Box CVR Sriwijaya SJ 182 Ditemukan0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)









