- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Hamas Bantah Ada Campur Tangan Iran Ikut 'Keroyok' Israel

Militan Hamas bantah Iran ikut campur tangan dalam serangan ke Israel. Foto: REUTERS/STRINGER
Jakarta, VokalOnline.Com - Milisi Palestina, Hamas, membantah Iran terlibat dalam serangan habis-habisan ke Israel yang menewaskan hingga 1.600 orang sejak Sabtu (7/10).
Seorang pejabat senior Hamas, Ali Barakeh, mengatakan Iran tak terlibat dalam serangan Hamas sebab rencana serangan tersebut disusun oleh hanya belasan komandan.
Sekutu dekat seperti Iran serta Lebanon tak diberitahu soal waktu serangan.
"Hanya segelintir komandan Hamas yang tahu tentang rencana operasi tersebut," kata Barakeh kepada Associated Press.
Barakeh juga membantah bahwa pihaknya diberikan lampu hijau oleh Iran untuk melancarkan serangan ke Israel dalam pertemuan pekan lalu di ibu kota Beirut, Lebanon.
Barakeh berujar tak ada seorang pun dari komando pusat ataupun biro politik Hamas yang berada di Beirut dalam kurun waktu itu.
Meski begitu, dia menilai Iran dan Lebanon "akan bergabung dalam pertempuran jika Jalur Gaza menjadi sasaran serangan."
Barakeh mengakui bahwa Iran dan kelompok militan Hizbullah Lebanon pernah membantu Hamas di masa lalu. Namun, sejak perang Gaza 2014, Hamas menurutnya sudah memproduksi roket dan melatih prajurit sendiri.
Lebih lanjut, Barakeh juga membantah spekulasi bahwa serangan yang sudah direncanakan lebih dari setahun itu diluncurkan untuk menggagalkan upaya Amerika Serikat membujuk Arab Saudi agar normalisasi dengan Israel.
Barakeh menegaskan pihaknya menyerang Israel akibat ulah provokatif pemerintah sayap kanan Israel selama setahun terakhir, mulai dari berkunjung ke situs suci Yerusalem hingga menekan para tahanan Palestina di Tel Aviv.
Seiring dengan itu, ia percaya bahwa Israel berencana membunuh para pemimpin Hamas.
Dalam kesempatan yang sama, Barakeh juga mengaku bahwa Hamas terkejut dengan operasi serangan yang ternyata berdampak sangat besar.
"Kami terkejut dengan keruntuhan ini," kata Barakeh.
"Kami mulanya berencana untuk membuat beberapa keuntungan dan menukar tahanan. Tentara ini adalah macan kertas," ucapnya.
Serangan Hamas terhadap Israel di Jalur Gaza disebut-sebut mendapat bantuan dari Iran.
Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby turut melontarkan kecurigaan ini dengan menyebut "ada tingkat keterlibatan" dari Iran dalam insiden ini.
Meski begitu, Kirby mengatakan belum "melihat bukti nyata bahwa Iran terlibat langsung dalam berpartisipasi atau memberikan sumber daya, serta merencanakan serangan-serangan kompleks yang dilakukan Hamas selama akhir pekan."(fit)**
Berita Terkait :
- Korban Tewas Festival Musik Israel Capai 260 Jiwa, Beberapa Disandera0
- Ketum JMSI Kembali Jadi Petisioner Masalah Sahara Maroko0
- Ledakan di Dekat Parlemen Turki, Disebut Aksi Teroris0
- Bom Bunuh Diri Meledak di Turki, 1 Teroris Berhasil Dilumpuhkan0
- Tak Perlu lagi instalasi, Photoshop akan Hadir dengan Versi Web dengan fitur secara gratis0
_Black11.png)








