- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polres Inhil Bersama Forkopimda Tanam Bibit Mangrove
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perketat Kesiapan Latihan Operasi dan Satgas Pamtas RI–PNG
- RAPP Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Meranti, Dukung Gerakan Nasional Hari Mangrove Sedunia 2026
- Panaskan Mesin Partai, Ratusan Kader PAN Inhil Berkumpul, Satu Barisan untuk Kemajuan Daerah
- Kabar Baik Dunia Pendidikan, 95 Sekolah di Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026
- BRK Syariah Permudah Layanan Pensiun ASN di Meranti, Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
- Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama
- Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan
- Kolaborasi Generasi Hijau, Polsek Enok dan Warga Jaga Pesisir Lewat Mangrove
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polsek Keritang Bersama Forkopimcam Tanam Mangrove di Kotabaru Rete
Harga Minyak Sawit Turun Tipis, Menunggu Kepastian Kuota Ekspor Minyak Sawit

Kuala Lumpur, VokalOnline.Com - Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia pada Senin (30/5/2022) turun untuk kedua kalinya, menyusul masih belum ada kepastian dimulainya kembali ekspor minyak sawit Indonesia.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Agustus 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 0,61% per ton menjadi RM 6.314 (US$ 1.446,51) per ton pada awal perdagangan.
Dikutip dari Reuters, pemerintah Indonesia berencana mengalokasikan sekitar 1 juta ton minyak sawit untuk ekspor, kata seorang pejabat di Kementerian Perdagangan, Jumat (27/5/2022), termasuk belum ada kepastian untuk berapa waktu alokasi itu.
Sebelumnya, Analis minyak nabati asal India, Dorab Mistry pekan lalu mendesak Indonesia untuk segera melanjutkan ekspor minyak sawit, memperingatkan bahwa penghentian ekspor yang diperpanjang lantaran menunggu rincian aturan penjualan domestik dapat menyebabkan "malapetaka" bagi petani.
Sementara, kontrak kedelai teraktif Dalian, DBYc1 diperdagangkan lebih rendah 0,13%, sementara kontrak minyak sawit DCPc1 naik 2,94%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,05%.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit mungkin akan berada di kisaran RM 6.220 per ton. **fira
Berita Terkait :
- Gubri Undang Wapres Resmikan Bank Riau Kepri Syariah, Ini Hal Lain Yang Dimintanya Di Rapat Pleno KN0
- Sakti Wahyu Trenggono: PHK Besar-Besaran Jangan Terjadi Di Start Up Perikanan0
- Temui Gubernur Melaka, Gubri Bahas RoRo Dumai-Melaka0
- Kapolres Kuansing Ikut merespon positif dibukanya kembali izin ekspor CPO oleh Presiden Joko Widodo0
- BRK Jadi BRK Syariah, Terima Kasih Gubernur Riau0
_Black11.png)









