Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala

Publisher Vol/Arya Riau
27 Apr 2026, 09:34:26 WIB
Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat,  Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala

Indragiri Hilir – Di ujung April 2026, kabar baik mengalir dari anak-anak sungai Inhil. Polres Indragiri Hilir tak hanya menjaga, tapi juga membangun. Lewat Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2, loreng Polri turun ke parit, ke lorong, ke dusun. Merajut kayu, menegakkan tiang, menyambung asa yang sempat terputus.

Di Polsek Enok, jembatan Parit Atap Seng sudah berdiri gagah. Dikerjakan sejak 15 April 2026, rampung 100 persen pada 18 April 2026. Hanya tiga hari. Tapi dampaknya panjang: anak sekolah tak lagi memutar, ibu ke pasar tak lagi was-was, petani angkut hasil bumi tanpa takut terpeleset.

Di Tembilahan, cerita serupa. Jembatan Lorong Lestari, Kelurahan Pekan Arba, selesai total pada 23 April 2026. Kapolsek Tembilahan meresmikannya bersama Camat, Lurah, dan warga. Bukan sekadar gunting pita. Itu simbol: negara hadir sampai ke lorong paling sunyi. Negara tak hanya menilang, tapi juga membangun.

Yang paling menyentuh ada di Tempuling. Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi di Parit Kajang, Desa Mumpa, rampung 100 persen pada 26 April 2026. Ukurannya 12 x 4 meter. Tiangnya batang kelapa, lantainya kayu meranti. Ada pagar, ada cat. Ada keringat Polri, perangkat desa, dan rakyat yang gotong royong. Inilah Indonesia: membangun dengan apa yang ada, tapi dengan hati yang tak terbatas.

Tak semua sudah selesai. Di Batang Tuaka, jembatan Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, progresnya 47 persen. IPTU Andrianto, SH, MH memimpin langsung. Brimob, Samapta, Polair, masyarakat, pekerja, semua turun. Di Kempas, jembatan menuju SD 012 Rumbai Jaya sudah 70 persen. Tanggal 26 April 2026, papan kayu baru dipasang. IPTU Danu Hidayat, SE, MM ada di sana. Sebab jalan ke sekolah tak boleh putus. Sebab masa depan anak tak boleh tertunda karena jembatan rapuh.

Ini bukan sekadar proyek. Ini cinta. Cinta Polri pada rakyatnya. Cinta yang diwujudkan dengan palu, paku, dan peluh. Program Jembatan Merah Putih Presisi ingin memastikan: tak ada lagi ekonomi yang macet karena sungai tak berjembatan. Tak ada lagi anak yang absen karena takut menyeberang.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, bicara dengan mata berkaca. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel, pemerintah daerah, serta masyarakat yang telah bersama-sama bergotong royong dalam percepatan pembangunan jembatan ini. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baginya, jembatan adalah simbol. “Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Kami berharap keberadaan jembatan yang telah rampung ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses pendidikan,” tegas AKBP Farouk.

Ia berjanji, jajaran Polres Inhil akan kawal terus. Yang 47 persen, yang 70 persen, akan dituntaskan. Agar target tercapai, agar janji tak jadi mimpi. Karena setiap papan yang dipasang adalah doa. Setiap tiang yang ditancap adalah sumpah: Polri untuk rakyat.

Dari Parit Atap Seng ke Lorong Lestari, dari Parit Kajang ke Pangkalan Baru, dari Rumbai Jaya ke seluruh Inhil, Jembatan Merah Putih Presisi bicara: Merah Putih tak hanya berkibar di tiang. Ia harus jadi pijakan. Ia harus jadi penghubung. Antara rakyat dan negaranya. Antara hari ini dan masa depan.(*)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment