- Jalan Sungai Rawa Hancur, Warga Jadi Korban Truk ODOL PT Ekasapta Paramita Energi
- Bupati Bengkalis Menyambut 485 Mahasiswa Peserta Kukerta
- Lacak Kamtibmas Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Libatkan 64 Tim Peserta
- Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas
- Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
- Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga
- Aspirasi Guru Inhu Terkait Libur Semester Direspons Baik Pemerintah Daerah
- Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil
- 200 Karateka Inkanas Pekanbaru Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Semester I 2026
IHSG Diprediksi Lesu Dibayangi Sentimen Kenaikan Bunga The Fed

VokalOnline.Com-- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (22/11).
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memprediksi ada tekanan terkait potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed). Namun, masih minim sentimen dari dalam negeri yang membayangi pergerakan IHSG.
"Secara teknikal stochastic membentuk deadcross sehingga mengindikasikan potensi pelemahan," kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.
Ia memperkirakan indeks saham akan bergerak dalam rentang support 7.039 dan resistance 7.096.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG masih betah dalam rentang konsolidasi wajar dengan pola tekanan yang sudah cukup terbatas. Sementara, potensi naik dalam jangka menengah hingga panjang masih terlihat.
"Momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian saham-saham yang memiliki fundamental kuat dengan likuiditas tinggi," katanya.
Ia memprediksi indeks saham bakal bergerak di rentang support 6.921 dan resistance 7.152.
Untuk saham pilihan, William merekomendasikan ASII, ITMG, BBNI, TLKM, AALI, JSMR, KLBF, dan LSIP.
IHSG ambruk ke level 7.063 pada Senin (21/11). Indeks saham melemah 18,93 poin atau minus 0,27 persen dari perdagangan sebelumnya.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,25 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,50 miliar saham.**Syafira
Berita Terkait :
- Imbal Hasil Obligas AS Naik, Harga Emas Lesu di Rp975 per Gram0
- Pengumuman UMP 2023 Diperpanjang Hingga 28 November 20220
- Daftar 15 Perusahaan di Indonesia yang PHK Massal Tahun Ini0
- Jokowi: Capaian Ekonomi Indonesia Berkat kerja Keras Pengusaha0
- CEO Ruangguru Soal PHK Karyawan: Rekrutmen Terlalu Banyak0
_Black11.png)









