- Ketika Seragam Polri Basah Keringat Demi Rakyat, Sejumlah Jembatan Inhil Rampung Tanpa Kendala
- Bupati Asmar Lepas Calon Haji Meranti, Ingatkan Fokus Ibadah di Tanah Suci
- Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
- FORKI Riau Kirim 5 Karateka ke Kejurnas Bandung, TC Penuh Dimulai di GOR Rumbai
- JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
- Hendry Munief: Lampung Tak Lagi Sekadar Gerbang, Kini Menuju Pusat Ekonomi
- Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Pemerintah Gelar Apel Siaga Karhutla
- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
IHSG Diprediksi Lesu Dibayangi Sentimen Kenaikan Bunga The Fed

VokalOnline.Com-- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (22/11).
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memprediksi ada tekanan terkait potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed). Namun, masih minim sentimen dari dalam negeri yang membayangi pergerakan IHSG.
"Secara teknikal stochastic membentuk deadcross sehingga mengindikasikan potensi pelemahan," kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.
Ia memperkirakan indeks saham akan bergerak dalam rentang support 7.039 dan resistance 7.096.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG masih betah dalam rentang konsolidasi wajar dengan pola tekanan yang sudah cukup terbatas. Sementara, potensi naik dalam jangka menengah hingga panjang masih terlihat.
"Momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian saham-saham yang memiliki fundamental kuat dengan likuiditas tinggi," katanya.
Ia memprediksi indeks saham bakal bergerak di rentang support 6.921 dan resistance 7.152.
Untuk saham pilihan, William merekomendasikan ASII, ITMG, BBNI, TLKM, AALI, JSMR, KLBF, dan LSIP.
IHSG ambruk ke level 7.063 pada Senin (21/11). Indeks saham melemah 18,93 poin atau minus 0,27 persen dari perdagangan sebelumnya.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,25 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,50 miliar saham.**Syafira
Berita Terkait :
- Imbal Hasil Obligas AS Naik, Harga Emas Lesu di Rp975 per Gram0
- Pengumuman UMP 2023 Diperpanjang Hingga 28 November 20220
- Daftar 15 Perusahaan di Indonesia yang PHK Massal Tahun Ini0
- Jokowi: Capaian Ekonomi Indonesia Berkat kerja Keras Pengusaha0
- CEO Ruangguru Soal PHK Karyawan: Rekrutmen Terlalu Banyak0
_Black11.png)









