- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
Imbas Perang Rusia-Ukraina, Nikel Pecah Rekor ke US$101 Ribu per Ton

Harga komoditas nikel mencetak rekor pada pertengahan perdagangan, yaitu US$101 ribu per ton. Namun, harganya mulai turun.
Jakarta, VokalOnline.Com - Harga nikel mencetak rekor pada perdagangan Selasa (8/3). Bahan komoditas metal yang dipakai untuk memproduksi baterai kendaraan listrik hingga besi anti karat itu bahkan sempat menembus US$101.365 per ton.
Namun saat ini, harga nikel mulai berangsur turun ke level US$82.195 per ton. Melansir AFP, lonjakan harga nikel disebabkan oleh kekhawatiran terganggunya pasokan nikel produksi Rusia sejalan dengan meroketnya harga komoditas lainnya di pasar.
Selain nikel, harga komoditas batu bara juga melonjak. Batu bara acuan ICE NewCastle naik 0,93 persen menjadi US$422,65 per metrik ton pada perdagangan Senin (7/3) waktu setempat. dilansir dari cnn indonesia.
Mengutip Barchart, harga batu bara terpantau naik drastis sejak akhir Februari dari level US$200-an menuju US$300-an dan saat ini melonjak ke atas US$400 per metrik ton. Dalam sebulan terakhir terjadi lompatan 95,67 persen.
Komoditas lain yang juga ikut naik harga adalah emas, perak, tembaga, hingga platinum. Melansir Bloomberg, harga emas spot melonjak 1,3 persen menjadi US$2.022 per troy ons. Sementara, komoditas perak naik 2,55 persen menjadi US$26,38 per troy ons. Lalu, tembaga naik 3,31 persen menjadi US$488,75 per pound.
Sedangkan platinum naik 2,21 persen menjadi US$1.152 per troy ons. Angka tersebut berdasarkan data real time Bloomberg yang ditulis pada Selasa (8/3) pukul 15:10 WIB.**vol/jn
Berita Terkait :
- Aktivitas PT di Madina Ditutup Sementara Usai 58 Warga Keracunan Gas0
- Kasus Proyek Gereja di Mimika, KPK Duga Ada Aturan Dikesampingkan0
- Prabowo Bertemu Wamenhan Arab Saudi Bahas Kerja Sama Militer0
- Seluruh DIY untuk Pertama Kali Berstatus PPKM Level 40
- Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Diperiksa KPK di Kasus Bupati Probolinggo 0
_Black11.png)









