- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
Imbas Perang Rusia-Ukraina, Nikel Pecah Rekor ke US$101 Ribu per Ton

Harga komoditas nikel mencetak rekor pada pertengahan perdagangan, yaitu US$101 ribu per ton. Namun, harganya mulai turun.
Jakarta, VokalOnline.Com - Harga nikel mencetak rekor pada perdagangan Selasa (8/3). Bahan komoditas metal yang dipakai untuk memproduksi baterai kendaraan listrik hingga besi anti karat itu bahkan sempat menembus US$101.365 per ton.
Namun saat ini, harga nikel mulai berangsur turun ke level US$82.195 per ton. Melansir AFP, lonjakan harga nikel disebabkan oleh kekhawatiran terganggunya pasokan nikel produksi Rusia sejalan dengan meroketnya harga komoditas lainnya di pasar.
Selain nikel, harga komoditas batu bara juga melonjak. Batu bara acuan ICE NewCastle naik 0,93 persen menjadi US$422,65 per metrik ton pada perdagangan Senin (7/3) waktu setempat. dilansir dari cnn indonesia.
Mengutip Barchart, harga batu bara terpantau naik drastis sejak akhir Februari dari level US$200-an menuju US$300-an dan saat ini melonjak ke atas US$400 per metrik ton. Dalam sebulan terakhir terjadi lompatan 95,67 persen.
Komoditas lain yang juga ikut naik harga adalah emas, perak, tembaga, hingga platinum. Melansir Bloomberg, harga emas spot melonjak 1,3 persen menjadi US$2.022 per troy ons. Sementara, komoditas perak naik 2,55 persen menjadi US$26,38 per troy ons. Lalu, tembaga naik 3,31 persen menjadi US$488,75 per pound.
Sedangkan platinum naik 2,21 persen menjadi US$1.152 per troy ons. Angka tersebut berdasarkan data real time Bloomberg yang ditulis pada Selasa (8/3) pukul 15:10 WIB.**vol/jn
Berita Terkait :
- Aktivitas PT di Madina Ditutup Sementara Usai 58 Warga Keracunan Gas0
- Kasus Proyek Gereja di Mimika, KPK Duga Ada Aturan Dikesampingkan0
- Prabowo Bertemu Wamenhan Arab Saudi Bahas Kerja Sama Militer0
- Seluruh DIY untuk Pertama Kali Berstatus PPKM Level 40
- Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Diperiksa KPK di Kasus Bupati Probolinggo 0
_Black11.png)









