- Panitia Matangkan Persiapan Sirkuit FORKI Riau Open Karate Kid Serie 3
- Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
- Komisi VII DPR RI Soroti Efisiensi dan Dampak Ekonomi Kawasan Industri
- Hanya Pakai BPJS RS Zainab Selamatkan Nyawa Keluarga Besar JMSI Riau
- Air Mata Haru di Tanah Suci, Perhatian dari Pemko Pekanbaru untuk Jemaah Haji
- Pemko Pekanbaru Pastikan Penanganan Banjir Terus Dilakukan
- Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Program Revitalisasi
- Pemko Pekanbaru Siapkan 23 Ekor Sapi Kurban untuk Iduladha
- Malam Ini, Pemko Pekanbaru Gelar Pawai Takbir Iduladha 1447 H
- Kejutan Salat Id, Rahmad dan Safrika Raih Tiket Umrah dari Pemko Pekanbaru
Inggris Cabut Wajib Tes PCR dan Masker bagi Pendatang Luar Negeri

Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan aturan baru itu akan berlaku mulai Jumat (18/3). (Foto: REUTERS/SUMAYA HISHAM).
Jakarta, VokalOnline.Com - Inggris berencana mencabut hampir seluruh pembatasan Covid-19 bagi pendatang luar negeri, termasuk formulir pelacakan lokasi penumpang dan tes PCR saat kedatangan.
Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan aturan baru itu akan berlaku mulai Jumat (18/3). dilansir dari cnn indonesia.
"Semua tindakan pembatasan perjalanan terkait Covid-19 yang tersisa, termasuk Passanger Locator Form dan berbagai tes saat kedatangan, akan dihentikan untuk perjalanan ke Inggris mulai puku 04.00 pagi pada 18 Maret," kata Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps, melalui kicauan di Twitter. Shapps menuturkan pelonggaran ini memungkinkan karena kebijakan vaksinasi Inggris yang sudah melampaui target.
"Ini berarti kebebasan yang lebih luas akan diterapkan menjelang Hari Paskah," paparnya seperti dikutip Reuters. Sementara itu, Bandara Internasional Heathrow London dan sejumlah maskapai penerbangan seperti British Airways dan Virgin Atlantic Airways juga mencabut aturan wajib memakai masker. Padahal, Inggris masih mencatat rerata 91 ribu kasus Covid-19 dalam sehari.
Masker tidak lagi dibutuhkan di terminal Bandara Heathrow, stasiun kereta api, atau gedung perkantoran mulai besok, Rabu (16/3). Perubahan aturan pembatasan Covid-19 seperti wajib masker untuk penerbangan ini diterapkan usai Inggris mencabut sebagian besar aturan terkait pandemi bulan lalu.
Ini merupakan bagian dari rencana PM Boris Johnson menempatkan Inggris mulai hidup berdamai dengan Covid-19 dan menganggap virus corona sebagai penyakit endemik lainnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- 3 Jenis Bantuan China Diduga untuk Invasi Rusia ke Ukraina0
- Dua Ledakan Keras Kembali Guncang Kota Kyiv0
- Susul Singapura, RI Larang WNI Ikut Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
_Black11.png)









