- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Dua Ledakan Keras Kembali Guncang Kota Kyiv

Petugas Pemadam Kebakaran Kyiv berupaya memadamkan api akibat hantaman rudal Rusia. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE, UKRAINE).
Jakarta, VokalOnline.Com - Sebanyak dua ledakan keras terdengar di pusat ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa (15/3) pukul 05.00 waktu setempat. Kabar ini disampaikan oleh tim CNN yang berada di kota tersebut.
Masih belum jelas penyebab dari ledakan ini dan kerusakan yang ditimbulkannya. Ledakan kemungkinan berasal dari rudal Rusia yang kembali menghantam Kyiv. Sementara itu, invasi Rusia di Ukraina telah memasuki pekan ketiga. Ratusan nyawa melayang dan jutaan orang mengungsi akibat permasalahan ini.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia PBB mencatat, ada 636 warga sipil yang tewas di Ukraina akibat invasi Rusia sejak 24 Februari lalu. Tak hanya itu, ada 1.125 warga sipil lain yang terluka akibat konflik militer ini. Salah satu korban tewas ialah seorang ibu hamil yang sempat berada di rumah bersalin di Kota Mariupol. Setelah sempat diberitakan selamat, nyawa keduanya tak tertolong usai menjadi korban serangan udara Rusia.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia PBB mencatat, ada 636 warga sipil yang tewas di Ukraina akibat invasi Rusia sejak 24 Februari lalu. Tak hanya itu, ada 1.125 warga sipil lain yang terluka akibat konflik militer ini. Salah satu korban tewas ialah seorang ibu hamil yang sempat berada di rumah bersalin di Kota Mariupol. Setelah sempat diberitakan selamat, nyawa keduanya tak tertolong usai menjadi korban serangan udara Rusia.
Mariupol sendiri merupakan salah satu kota yang sudah beberapa hari dikuasai Rusia. Pihak Ukraina mengklaim ada 2.500 orang yang meninggal di kota tersebut akibat gempuran Moskow. Meski sudah menimbulkan banyak korban jiwa, serangan terus terjadi dan upaya gencatan senjata masih jauh disepakati.
Rusia dan Ukraina mengadakan dialog ronde keempat mereka pada Senin (14/3). Namun, dialog ini masih belum mendapatkan hasil, mengingat proses negosiasi dihentikan dan bakal dilanjutkan hari ini, Selasa (15/3).**vol/jn
Berita Terkait :
- Susul Singapura, RI Larang WNI Ikut Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
- Harga Gas Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi Akibat Rusia-Ukraina0
- Zelensky ke Warga Ukraina: Pertahankan Rumahmu!0
_Black11.png)









