- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
- Wujudkan Asta Cita Presiden, Elang 3 Hambalang Pusat Bersinergi RO 3 Riau Agrinas
- Dari Lapangan Gajah Mada, Mahmudin Buktikan Semangat Pemuda Bisa Majukan Inhil
- Perkuat Sinergi Kelistrikan di Provinsi Riau, DPD RI Kunjungi PLN Group Regional Riau
Dua Ledakan Keras Kembali Guncang Kota Kyiv

Petugas Pemadam Kebakaran Kyiv berupaya memadamkan api akibat hantaman rudal Rusia. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE, UKRAINE).
Jakarta, VokalOnline.Com - Sebanyak dua ledakan keras terdengar di pusat ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa (15/3) pukul 05.00 waktu setempat. Kabar ini disampaikan oleh tim CNN yang berada di kota tersebut.
Masih belum jelas penyebab dari ledakan ini dan kerusakan yang ditimbulkannya. Ledakan kemungkinan berasal dari rudal Rusia yang kembali menghantam Kyiv. Sementara itu, invasi Rusia di Ukraina telah memasuki pekan ketiga. Ratusan nyawa melayang dan jutaan orang mengungsi akibat permasalahan ini.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia PBB mencatat, ada 636 warga sipil yang tewas di Ukraina akibat invasi Rusia sejak 24 Februari lalu. Tak hanya itu, ada 1.125 warga sipil lain yang terluka akibat konflik militer ini. Salah satu korban tewas ialah seorang ibu hamil yang sempat berada di rumah bersalin di Kota Mariupol. Setelah sempat diberitakan selamat, nyawa keduanya tak tertolong usai menjadi korban serangan udara Rusia.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia PBB mencatat, ada 636 warga sipil yang tewas di Ukraina akibat invasi Rusia sejak 24 Februari lalu. Tak hanya itu, ada 1.125 warga sipil lain yang terluka akibat konflik militer ini. Salah satu korban tewas ialah seorang ibu hamil yang sempat berada di rumah bersalin di Kota Mariupol. Setelah sempat diberitakan selamat, nyawa keduanya tak tertolong usai menjadi korban serangan udara Rusia.
Mariupol sendiri merupakan salah satu kota yang sudah beberapa hari dikuasai Rusia. Pihak Ukraina mengklaim ada 2.500 orang yang meninggal di kota tersebut akibat gempuran Moskow. Meski sudah menimbulkan banyak korban jiwa, serangan terus terjadi dan upaya gencatan senjata masih jauh disepakati.
Rusia dan Ukraina mengadakan dialog ronde keempat mereka pada Senin (14/3). Namun, dialog ini masih belum mendapatkan hasil, mengingat proses negosiasi dihentikan dan bakal dilanjutkan hari ini, Selasa (15/3).**vol/jn
Berita Terkait :
- Susul Singapura, RI Larang WNI Ikut Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
- Harga Gas Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi Akibat Rusia-Ukraina0
- Zelensky ke Warga Ukraina: Pertahankan Rumahmu!0
_Black11.png)









